Menu

Mode Gelap
Unjuk Rasa Gembara dan Warga Lubuk Cuik Soroti Pengelolaan BUMDes dan Aset Desa Belum Sempat Berkeliaran, TO Antik Toba 2026 Keburu Diciduk dengan 92 Gram Sabu Rico Waas Pastikan Keberangkatan Berobat ke Luar Negeri Sudah Dilaporkan ke Mendagri Majelis Kedatukan Melayu Temui DRPD Batubara DPRD Batubara Bahas Ranperda BUMD DPRD Batubara Gelar Pansus LKPJ

News

Pengajian Rutin di Lapas Tanjungbalai Asahan: Bahas Hal-Hal yang Membatalkan Shalat

Avatarbadge-check


					Pengajian Rutin di Lapas Tanjungbalai Asahan: Bahas Hal-Hal yang Membatalkan Shalat Perbesar

Desir.id – Tanjungbalai | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjungbalai Asahan terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan kepribadian kepada warga binaan. Salah satu langkah nyata adalah dengan menggelar pengajian rutin yang bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Tanjungbalai.

Pengajian yang berlangsung pada Selasa (14/12/2024) ini menghadirkan Ustadz Mhd. Taslim sebagai penyuluh agama. Pada kesempatan tersebut, ia membahas tema penting, yakni hal-hal yang membatalkan shalat. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 11.00 WIB ini memberikan pemahaman mendalam kepada peserta tentang berbagai hal yang dapat membatalkan shalat, seperti berbicara dengan sengaja, makan dan minum, serta gangguan lain yang merusak kekhusyukan ibadah.

Kalapas Tanjungbalai Asahan, Irhamuddin, menyampaikan bahwa pengajian rutin ini merupakan bagian dari program pembinaan spiritual. “Kami berharap, melalui kegiatan ini, warga binaan dapat lebih memahami agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik selama di lapas maupun setelah kembali ke masyarakat,” ujar Irhamuddin dalam sambutannya.

Selain memperkaya pengetahuan agama, pengajian ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antarwarga binaan dan menciptakan suasana yang kondusif di dalam lapas. Ustadz Taslim menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk membantu warga binaan menyempurnakan ibadah shalat sesuai syarat dan rukunnya.

Antusiasme warga binaan terlihat selama pengajian berlangsung. Mereka mengaku termotivasi untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Salah satu peserta menyampaikan, “Setelah mengikuti pengajian ini, saya merasa lebih paham tentang kesalahan yang harus dihindari dalam shalat.”

Dengan konsistensi pengajian rutin ini, diharapkan para warga binaan dapat mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik, disiplin, dan berakhlak mulia. Program ini tidak hanya membekali mereka secara spiritual, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun kehidupan baru yang lebih positif. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Unjuk Rasa Gembara dan Warga Lubuk Cuik Soroti Pengelolaan BUMDes dan Aset Desa

18 Mei 2026 - 17:08 WIB

Belum Sempat Berkeliaran, TO Antik Toba 2026 Keburu Diciduk dengan 92 Gram Sabu

18 Mei 2026 - 11:48 WIB

Rico Waas Pastikan Keberangkatan Berobat ke Luar Negeri Sudah Dilaporkan ke Mendagri

17 Mei 2026 - 20:31 WIB

Majelis Kedatukan Melayu Temui DRPD Batubara

17 Mei 2026 - 17:10 WIB

DPRD Batubara Bahas Ranperda BUMD

17 Mei 2026 - 16:58 WIB

Trending di News