Menu

Mode Gelap
Unjuk Rasa Gembara dan Warga Lubuk Cuik Soroti Pengelolaan BUMDes dan Aset Desa Belum Sempat Berkeliaran, TO Antik Toba 2026 Keburu Diciduk dengan 92 Gram Sabu Rico Waas Pastikan Keberangkatan Berobat ke Luar Negeri Sudah Dilaporkan ke Mendagri Majelis Kedatukan Melayu Temui DRPD Batubara DPRD Batubara Bahas Ranperda BUMD DPRD Batubara Gelar Pansus LKPJ

News

Sawah Haus, Sungai Ramunia Dibelokkan dengan Gotong Royong

Avatarbadge-check


					Sawah Haus, Sungai Ramunia Dibelokkan dengan Gotong Royong Perbesar

Desir.id – Batu Bara | Merespons cepat keluhan petani soal keringnya lahan persawahan, Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian memerintahkan Dinas Pertanian dan Perkebunan turun langsung ke lapangan. Langkah darurat dilakukan dengan gotong royong menghempang aliran Sungai Ramunia agar air kembali mengalir ke irigasi sawah di Kecamatan Air Putih, Rabu (28/1/2026).

Penghempangan aliran sungai dilakukan di sejumlah titik bersama kelompok tani dan warga desa. Air Sungai Ramunia diarahkan ke saluran irigasi yang selama ini menjadi sumber utama pengairan persawahan warga.

Puluhan petani sejak pagi hari turun langsung ke sungai dengan peralatan sederhana. Mereka membangun tanggul sementara sebagai solusi cepat di tengah menurunnya debit air sungai.

Ketua Kelompok Tani ALS Desa Titi Payung, Rasyid, mengatakan penghempangan sungai merupakan langkah darurat agar tanaman padi tidak gagal tumbuh. Menurutnya, kebutuhan air saat ini sangat mendesak.

“Debit air menurun, sementara sawah sangat membutuhkan pasokan. Karena itu, kami sepakat bergotong royong agar air kembali mengalir,” ujarnya.

Ia menegaskan kegiatan tersebut dilakukan secara swadaya sebagai bentuk kepedulian petani terhadap keberlangsungan pertanian. Tanpa suplai air yang memadai, hasil panen petani terancam menurun.

Kepala Desa Pasar Lapan, Hendrik Hutasoit, yang meninjau langsung kegiatan itu, mengapresiasi kekompakan warga. Ia menilai gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menghadapi keterbatasan infrastruktur irigasi.

“Ini bukti kepedulian masyarakat terhadap ketahanan pangan. Pemerintah desa akan terus mendukung upaya warga menjaga sektor pertanian,” katanya.

Setelah penghempangan dilakukan, aliran Sungai Ramunia mulai masuk ke saluran irigasi. Air tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sawah warga Desa Pasar Lapan dan wilayah sekitarnya.

Warga berharap pemerintah memberi perhatian lebih terhadap pembangunan irigasi permanen. Infrastruktur yang memadai dinilai penting agar kebutuhan air pertanian terpenuhi secara berkelanjutan.

Pemkab Batu Bara menegaskan komitmennya merespons cepat setiap keluhan masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Pemerintah daerah memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku demi menjaga ketahanan pangan daerah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Unjuk Rasa Gembara dan Warga Lubuk Cuik Soroti Pengelolaan BUMDes dan Aset Desa

18 Mei 2026 - 17:08 WIB

Belum Sempat Berkeliaran, TO Antik Toba 2026 Keburu Diciduk dengan 92 Gram Sabu

18 Mei 2026 - 11:48 WIB

Rico Waas Pastikan Keberangkatan Berobat ke Luar Negeri Sudah Dilaporkan ke Mendagri

17 Mei 2026 - 20:31 WIB

Majelis Kedatukan Melayu Temui DRPD Batubara

17 Mei 2026 - 17:10 WIB

DPRD Batubara Bahas Ranperda BUMD

17 Mei 2026 - 16:58 WIB

Trending di News