Menu

Mode Gelap
Unjuk Rasa Gembara dan Warga Lubuk Cuik Soroti Pengelolaan BUMDes dan Aset Desa Belum Sempat Berkeliaran, TO Antik Toba 2026 Keburu Diciduk dengan 92 Gram Sabu Rico Waas Pastikan Keberangkatan Berobat ke Luar Negeri Sudah Dilaporkan ke Mendagri Majelis Kedatukan Melayu Temui DRPD Batubara DPRD Batubara Bahas Ranperda BUMD DPRD Batubara Gelar Pansus LKPJ

News

Iklan Lari ke Medsos, PHK Awak Media Merebak: Dewan Pers Ingatkan Peran Pers Tetap Vital

Avatarbadge-check


					Iklan Lari ke Medsos, PHK Awak Media Merebak: Dewan Pers Ingatkan Peran Pers Tetap Vital Perbesar

Desir.id – Banten | Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyoroti posisi pers yang kian terdesak oleh bisnis informasi berbasis media sosial dan kecerdasan buatan (AI). Pernyataan itu disampaikan saat Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di KP3B Banten, Senin (9/2/2026).

Menurut Komaruddin, ekosistem informasi saat ini lebih didorong logika bisnis yang mengejar perhatian penonton. Akibatnya, konten hiburan dan sensasi lebih dominan dan menjadikan informasi sebagai “produk konsumsi”, bukan sekadar penyampaian fakta.

Ia menegaskan, karakter pers berbeda dengan media sosial. Pers bekerja dengan prinsip rasional, objektif, dan bertanggung jawab, sementara media sosial cenderung menawarkan hiburan yang sensasional dan membentuk pola buying audience.

Perubahan perilaku audiens ini berdampak langsung pada industri media. Komaruddin menyebut arus iklan dan ulasan produk kini lebih banyak mengalir ke media sosial dibanding media konvensional.

Kondisi tersebut, kata dia, menjadi keprihatinan Dewan Pers. Jika tren ini tidak diantisipasi, perusahaan media berpotensi menghadapi tekanan ekonomi hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Karena itu, Dewan Pers berharap pemerintah dapat mengambil langkah strategis untuk menjaga keseimbangan ekosistem informasi. Tujuannya agar distribusi iklan dan ulasan tidak sepenuhnya meninggalkan media konvensional.

Di sisi lain, Komaruddin mengingatkan insan pers untuk tetap menjaga profesionalisme. Kepercayaan publik, tegasnya, hanya bisa dipertahankan melalui praktik jurnalistik yang akurat dan bertanggung jawab.

“Informasi yang dapat dipertanggungjawabkan lahir dari kerja pers yang profesional, bukan sekadar arus hiburan media sosial,” tegas Komaruddin, menutup pernyataannya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Unjuk Rasa Gembara dan Warga Lubuk Cuik Soroti Pengelolaan BUMDes dan Aset Desa

18 Mei 2026 - 17:08 WIB

Belum Sempat Berkeliaran, TO Antik Toba 2026 Keburu Diciduk dengan 92 Gram Sabu

18 Mei 2026 - 11:48 WIB

Rico Waas Pastikan Keberangkatan Berobat ke Luar Negeri Sudah Dilaporkan ke Mendagri

17 Mei 2026 - 20:31 WIB

Majelis Kedatukan Melayu Temui DRPD Batubara

17 Mei 2026 - 17:10 WIB

DPRD Batubara Bahas Ranperda BUMD

17 Mei 2026 - 16:58 WIB

Trending di News