Menu ✖

Mode Gelap
Anggunnya Jelita Asri Ludin Tambunan dalam Balutan Tenun Deli Serdang di Kriyanusa 2026 Dekranasda Deli Serdang Tampilkan Produk Kriya Lokal di Kriyanusa 2026 Pemkab Deli Serdang Konsultasikan Perubahan KUA-PPAS 2026 ke Kemendagri Zakat ASN Deli Serdang Bantu Nek Ngateni Punya Rumah Layak TNI AL Terima Penghargaan Ganda dari Pemprov Kepri Keluarga Ajukan Penangguhan ke Ketua PN Medan Lantaran Rido Panjaitan Masih Ditahan di Rutan Meski Telah Divonis Bebas MA

News

Jaga Cadangan Air, BMKG dan INALUM Intervensi Cuaca di Danau Toba

Avatarbadge-check


					Jaga Cadangan Air, BMKG dan INALUM Intervensi Cuaca di Danau Toba Perbesar

Desir.id — Batu Bara | Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika bersama Perum Jasa Tirta I dan PT Indonesia Asahan Aluminium melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk meningkatkan ketinggian permukaan air Danau Toba.

Operasi dilakukan saat elevasi air Danau Toba berada di level 903,00 mdpl. Langkah ini dinilai strategis sebagai upaya menjaga cadangan air menjelang musim kemarau.

Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Edison, menyebut pelaksanaan OMC didasarkan pada prediksi musim yang menunjukkan kondisi transisi dari musim hujan ke kemarau pada April 2026.

Kondisi atmosfer saat ini dinilai mendukung. Kelembapan udara yang tinggi, berkisar antara 70 hingga 100 persen, memungkinkan proses modifikasi cuaca berjalan optimal.

“Operasi ini menjadi langkah preventif untuk mengoptimalkan potensi curah hujan dan menjaga cadangan air,” ujarnya melalui humas inalum pada Minggu, (12/4/26) .

Lebih lanjut, Edison menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca kini tidak hanya berfokus pada penanganan bencana hidrometeorologi. BMKG mulai mengarahkan peran OMC untuk mendukung ketahanan pangan, energi, dan air secara berkelanjutan.

Operasi direncanakan berlangsung selama 25 hari dengan pengawasan tim ahli meteorologi, hidrologi, dan lingkungan. Evaluasi juga akan dilakukan secara berkala melalui analisis cuaca dari pos meteorologi terdekat.

Sementara itu, Gede Santika dari PJT I menyampaikan bahwa target utama operasi adalah peningkatan elevasi muka air Danau Toba sebagai sumber daya strategis.

Dari sisi teknis, staf BMKG Fikri menjelaskan bahwa operasi dilakukan menggunakan bahan semai higroskopis seperti NaCl dan CaO. Kedua bahan tersebut berfungsi untuk mempercepat pembentukan hujan dan mengarahkan pertumbuhan awan ke wilayah tangkapan air.

Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, metode ini mampu meningkatkan curah hujan hingga 30–50 persen sesuai target operasi.

Dengan pelaksanaan OMC ini, pemerintah dan para pemangku kepentingan berharap ketersediaan air di Danau Toba tetap terjaga. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi adaptasi menghadapi potensi kekeringan di musim kemarau. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggunnya Jelita Asri Ludin Tambunan dalam Balutan Tenun Deli Serdang di Kriyanusa 2026

29 September 2026 - 11:09 WIB

Dekranasda Deli Serdang Tampilkan Produk Kriya Lokal di Kriyanusa 2026

29 September 2026 - 11:07 WIB

Pemkab Deli Serdang Konsultasikan Perubahan KUA-PPAS 2026 ke Kemendagri

29 September 2026 - 11:04 WIB

Zakat ASN Deli Serdang Bantu Nek Ngateni Punya Rumah Layak

26 September 2026 - 19:48 WIB

TNI AL Terima Penghargaan Ganda dari Pemprov Kepri

25 September 2026 - 17:50 WIB

Trending di News