Desir.id — Batu Bara | Perputaran uang selama 28 hari pelaksanaan Pesta Tapai di Dahari Selebar mencapai Rp5,892 miliar. Rata-rata transaksi harian menembus sekitar Rp210 juta dari 266 tenan yang terlibat. Angka ini menunjukkan pesta budaya bukan sekadar hiburan, tapi juga mesin ekonomi lokal.
Hal itu disampaikan Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, saat menghadiri penutupan Pesta Tapai, Minggu (15/2/2026). Ia menilai capaian tersebut mencerminkan daya dorong sektor UMKM ketika dikemas melalui kegiatan budaya.
Menurut Baharuddin, ribuan masyarakat terlihat antusias meramaikan agenda tahunan itu. Kehadiran publik dinilai menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap punya tempat kuat di tengah dinamika modern.
Ia menegaskan, Pesta Tapai diharapkan terus menjadi penggerak UMKM lokal. Selain mendongkrak ekonomi daerah, kegiatan ini juga dinilai mempertegas identitas budaya Kabupaten Batu Bara.
Baharuddin berharap pelaksanaan ke depan bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan kualitasnya. Pemerintah daerah, katanya, berkomitmen menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung kekayaan situs budaya Melayu di Sumatera. Baharuddin menyebut hanya ada dua bangunan rumah Melayu bersejarah, yakni Istana Maimun dan Istana Niat Lima Laras.
Pemerintah Kabupaten Batu Bara, lanjutnya, tengah mengupayakan kolaborasi dengan pemerintah pusat untuk mengembalikan kemegahan Istana Niat Lima Laras. Langkah ini diposisikan sebagai bagian dari penguatan identitas budaya sekaligus potensi wisata daerah.
Pemkab Batu Bara menegaskan pelestarian budaya dan penguatan UMKM akan terus berjalan beriringan melalui program resmi daerah, sebagai komitmen pemerintah dalam mendorong ekonomi kerakyatan berbasis budaya. (Red)








