Menu

Mode Gelap
Sudarman Ingatkan Kader PP: Lebaran Bukan Sekadar Maaf, Tapi Perkuat Barisan Nyaris 200 Gram Shabu Siap Edar, Satres Narkoba Batu Bara Bergerak Cepat Amankan Pelaku Peristiwa Pengeroyokan di Salapian, Indra : Sebelum Melaporkan Saya Sudah Berulang Kali Menawarkan Perdamaian Namun Ditolak Sabu Hampir 10 Gram di Simpang Gambus, ES Tak Bisa Lagi “Ngeles” Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Betmen, Korban : Saya dan Pelaku Sudah Berdamai Galaxy Watch 5 vs Garmin Forerunner 265: Smartwatch Serbaguna atau Jam Lari Profesional?

Entertainment

Review Weapons (2025)

Avatarbadge-check


					Review Weapons (2025) Perbesar

Desir.id – Medan | Debut Zach Cregger di ranah horor melalui Barbarian (2022) sudah berhasil mencuri perhatian. Kini ia kembali lewat Weapons, sebuah karya yang terasa seperti perluasan beberapa aspek dari Barbarian dengan skala yang lebih kecil. Film ini menghadirkan horor yang menyeramkan namun di saat yang sama bisa terasa lucu secara tulus, bukan karena kebetulan.

Fokus ceritanya berada pada misteri hilangnya tujuh belas anak dari Maybrook Elementary, yang dibagi ke dalam enam segmen dari sudut pandang karakter-karakter kunci. Pendekatan tersegmentasi ini membuat setiap perspektif punya ruang untuk berkembang, sekaligus memberi fleksibilitas tone yang berpindah mulus dari tegang, emosional, hingga ke momen-momen komedi gelap.

Menariknya, keenam karakter ini seperti mewakili trope klasik yang sering kita temui di film horor. Ada Justine Gandy, guru yang penuh perhatian diperankan oleh Julia Garner. Archer Graff, ayah yang cemas diperankan oleh Josh Brolin. Paul, polisi gagal diperankan oleh Alden Ehrenreich. Marcus, kepala sekolah yang skeptis diperankan oleh Benedict Wong. Seorang gelandangan yang naas dimainkan oleh Austin Abrams. Terakhir, Alex, anak yang punya kaitan misterius dengan cerita besar di baliknya, diperankan oleh Cary Cristopher.

Awalnya, kisah mereka terasa terpisah satu sama lain. Namun perlahan, cerita mulai bersinggungan dan membentuk kronologi peristiwa yang lebih jelas, seperti kepingan puzzle yang akhirnya menyatu.

Untuk horornya, Weapons memanfaatkan jumpscare secara kreatif melalui build-up yang rapi dan pengalihan fokus yang cerdas. Momen-momen seramnya benar-benar terasa menegangkan sekaligus memunculkan sensasi uncanny valley. Film ini juga tidak ragu bermain dengan gore. Darah dan adegan grafis dimanfaatkan untuk menambah kejutan dan faktor takut, namun tetap terasa proporsional, tidak berlebihan.

Sementara itu, unsur komedi hadir alami ketika film sepenuhnya merangkul sisi kocaknya. Momen-momen tersebut terasa benar-benar lucu tanpa dipaksakan. Perpaduan horor dan humor di sini mengalir mulus tanpa rasa janggal. Ada adegan yang di satu sisi bikin merinding, tetapi di sisi lain membuat tertawa, menjadikan pengalamannya unik dan segar. Salah satu contoh terbaik dari keseimbangan ini ada di segmen milik James dengan ending yang kocak sekaligus berdarah-darah, menutup pengalaman menonton dengan cara yang memorable.

Meski begitu, pacing di babak kedua terasa kurang rapi. Ada beberapa bagian yang terlalu melambat sehingga momentumnya sedikit tersendat. Beberapa dream sequence, meski menyeramkan dan visualnya memukau, sebenarnya kurang memberikan kontribusi berarti pada plot. Ditambah lagi ada beberapa simbolisme yang terasa kurang pas dengan tone dan cerita.

Namun di luar kekurangan itu, Weapons tetap tampil sebagai karya horor yang unik dan layak dianggap salah satu yang terbaik di tahun 2025.

RATE: ⭐⭐⭐⭐

Penulis: Arya Yudhistira Wicaksono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Review Na Willa: Hangatnya Masa Kecil dalam Bingkai Parenting yang Jujur

27 Maret 2026 - 17:45 WIB

Review Good Luck, Have Fun, Don’t Die: Ambisi Satir AI Setengah Matang

14 Maret 2026 - 13:35 WIB

Review Iron Lung: Ketegangan Klaustrofobik di Dunia yang Tak Kenal Ampun

14 Maret 2026 - 12:00 WIB

Dari Kuli Pasar ke Bos Konstruksi, Indra Setiawan Buktikan Sukses Itu Bukan Warisan

3 Maret 2026 - 20:56 WIB

Review Return to Silent Hill: Adaptasi Akurat atau Mengarang Bebas?

27 Februari 2026 - 08:05 WIB

Trending di Entertainment