Menu

Mode Gelap
Peristiwa Pengeroyokan di Salapian, Indra : Sebelum Melaporkan Saya Sudah Berulang Kali Menawarkan Perdamaian Namun Ditolak Sabu Hampir 10 Gram di Simpang Gambus, ES Tak Bisa Lagi “Ngeles” Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Betmen, Korban : Saya dan Pelaku Sudah Berdamai Galaxy Watch 5 vs Garmin Forerunner 265: Smartwatch Serbaguna atau Jam Lari Profesional? Review Na Willa: Hangatnya Masa Kecil dalam Bingkai Parenting yang Jujur Kabid Parawisata Sebut Wisata ke Pulau Salah Namo Tanpa SOP, Risiko Jadi Urusan Siapa?

News

Tak Mau Cuma Ekspor Tanah, INALUM Tancap Gas Hilirisasi Aluminium di Mempawah

Avatarbadge-check


					Tak Mau Cuma Ekspor Tanah, INALUM Tancap Gas Hilirisasi Aluminium di Mempawah Perbesar

Desir.id — Batu Bara | INALUM resmi memulai pembangunan fasilitas terpadu bauksit–alumina–aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat. Groundbreaking dilakukan pada 6 Februari 2026 sebagai langkah nyata memperkuat hilirisasi aluminium nasional.

Proyek ini masuk dalam Program Strategis Nasional dengan nilai investasi mencapai Rp104,55 triliun atau setara USD 6,23 miliar. INALUM bersama Grup MIND ID menegaskan komitmennya mendukung kebijakan hilirisasi mineral sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menyebut hilirisasi aluminium bukan sekadar proyek industri. Menurutnya, ini adalah langkah strategis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia dalam komoditas aluminium global.

Ia menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada aluminium pada 2030. Karena itu, percepatan pembangunan smelter dan refinery menjadi prioritas untuk menekan impor dan memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir.

Fasilitas di Mempawah mencakup Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 berkapasitas 1 juta ton alumina per tahun dan Smelter Aluminium berkapasitas 600.000 ton per tahun. Seluruh produksi aluminium diprioritaskan untuk kebutuhan domestik.

Dengan tambahan ini, total kapasitas produksi aluminium INALUM diproyeksikan mencapai sekitar 900.000 ton per tahun, termasuk dari Smelter Kuala Tanjung di Kabupaten Batu Bara. Sementara itu, kapasitas produksi alumina nasional meningkat menjadi 2 juta ton per tahun.

Pasokan bijih bauksit akan berasal dari wilayah pertambangan ANTAM di Mempawah dan Landak. Untuk kebutuhan energi, Smelter Aluminium kedua akan mendapat dukungan listrik dari PT Bukit Asam Tbk.

INALUM memperkirakan proyek hilirisasi aluminium ini dapat meningkatkan PDB hingga Rp71,8 triliun per tahun. Penerimaan negara pun diproyeksikan bertambah sekitar Rp6,6 triliun per tahun.

Selain itu, pembangunan dan operasional fasilitas terpadu ini berpotensi menyerap sekitar 65.000 tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung. Dampaknya diharapkan terasa hingga sektor pendukung di daerah.

INALUM menegaskan bahwa proyek hilirisasi aluminium di Mempawah dijalankan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Manajemen memastikan seluruh tahapan pembangunan mematuhi regulasi pemerintah dan standar operasional industri nasional. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peristiwa Pengeroyokan di Salapian, Indra : Sebelum Melaporkan Saya Sudah Berulang Kali Menawarkan Perdamaian Namun Ditolak

31 Maret 2026 - 14:40 WIB

Sabu Hampir 10 Gram di Simpang Gambus, ES Tak Bisa Lagi “Ngeles”

31 Maret 2026 - 14:33 WIB

Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Betmen, Korban : Saya dan Pelaku Sudah Berdamai

30 Maret 2026 - 22:06 WIB

Laka Tunggal di Pulau Sejuk, Aksi Cepat Polisi Curi Perhatian

23 Maret 2026 - 12:11 WIB

Drone Naik Tugas, Macet Turun Gengsi: Satlantas Batu Bara Intip Arus Mudik dari Langit

20 Maret 2026 - 17:24 WIB

Trending di News