Menu

Mode Gelap
Temui Warga Besitang Terdampak Banjir, Asisten II Pemkab Langkat : Kita Akan Memberikan Solusi Terbaik Polsek Bahorok Ungkap Kasus Narkoba, Kapolres Langkat Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan 110 Sudarman Ingatkan Kader PP: Lebaran Bukan Sekadar Maaf, Tapi Perkuat Barisan Nyaris 200 Gram Shabu Siap Edar, Satres Narkoba Batu Bara Bergerak Cepat Amankan Pelaku Peristiwa Pengeroyokan di Salapian, Indra : Sebelum Melaporkan Saya Sudah Berulang Kali Menawarkan Perdamaian Namun Ditolak Sabu Hampir 10 Gram di Simpang Gambus, ES Tak Bisa Lagi “Ngeles”

Daerah

Dugaan Pungutan Rp30 Juta kepada Kepala SD Dibantah, Ini Faktanya

Avatarbadge-check


					Dugaan Pungutan Rp30 Juta kepada Kepala SD Dibantah, Ini Faktanya Perbesar

Desir.id – Batubara | Sejumlah kepala Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Medang membantah adanya pungutan sebesar Rp.30 juta yang diduga dilakukan oleh tim Bahagia Saza. Informasi tersebut sebelumnya beredar melalui salah satu media online, namun tidak memiliki dasar yang jelas.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan, beberapa kepala SD menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan uang dengan jumlah sebesar itu. “Tidak ada yang datang meminta uang sebanyak itu. Dana BOS sudah memiliki porsi yang jelas sesuai kebutuhan sekolah,” ujar salah satu kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya.

Ia juga menambahkan bahwa logikanya tidak masuk akal jika kepala sekolah harus membayar sejumlah uang hanya demi mempertahankan jabatan. “Masih banyak sekolah dengan jumlah murid sedikit dan dana BOS di bawah Rp100 juta. Pakai uang pribadi tidak mungkin, menggunakan dana BOS bisa berujung pidana. Lebih baik tidak menjabat daripada masuk penjara,” tegasnya.

Selain itu, ia menyatakan tidak pernah ada pihak yang mengatasnamakan tim 02 meminta uang kepada kepala sekolah.

“Kalau ada yang datang meminta, saya pasti langsung melaporkannya ke Dinas Pendidikan. Saya pribadi tidak punya uang sebesar itu,” lanjutnya.

Para kepala sekolah menekankan bahwa selama pengelolaan dana BOS dilakukan dengan benar dan sesuai peruntukannya, maka tidak akan ada masalah.

“Jika kerja kita benar, tidak mungkin Pak Bupati mencopot jabatan kami. Berita yang beredar itu tidak benar,” katanya.

Setelah membaca pemberitaan tersebut, beberapa kepala sekolah langsung menghubungi rekan-rekan mereka untuk memastikan kebenarannya.

“Kami saling bertanya dan tidak ada yang merasa pernah dimintai uang. Ini menjelang hari raya, kebutuhan kami besar. Tidak ada pungutan seperti yang diberitakan,” jelas salah satu kepala sekolah.

Hingga saat ini, mereka mengaku bekerja dengan aman dan nyaman tanpa tekanan.

“Di atas kami ada Dinas Pendidikan, dan di atas Dinas Pendidikan ada Bupati. Tidak ada tekanan apa pun terkait jabatan kami,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah media online memberitakan dugaan pungutan terhadap kepala SD yang disebut-sebut dilakukan oleh tim pemenangan 02 Bahagia Saza. Namun, hingga kini belum ada bukti konkret yang menguatkan tuduhan tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Retribusi Diduga “Bolong”, Pansus PAD DPRD Batu Bara Sidak PT Kuala Gunung: Operasional Bisa Disetop

9 Maret 2026 - 23:58 WIB

BBM Lagi Sensitif, Jerigen Tetap Dilayani: SMSI Batu Bara Angkat Suara

7 Maret 2026 - 18:44 WIB

Jelang Anniversary, Gratamec Medan Perkuat Soliditas Lewat Buka Puasa Bersama

6 Maret 2026 - 19:00 WIB

Isu “Tiket Masuk” Honorer Rp30–40 Juta, Aktivis Desak Kejatisu Periksa Kadisdik Labura

6 Maret 2026 - 05:27 WIB

Dana Desa Rp1,6 Miliar Dipersoalkan, Mahasiswa Desak Polda Sumut Periksa Kades Simpang Empat

6 Maret 2026 - 05:21 WIB

Trending di Daerah