Menu

Mode Gelap
Peristiwa Pengeroyokan di Salapian, Indra : Sebelum Melaporkan Saya Sudah Berulang Kali Menawarkan Perdamaian Namun Ditolak Sabu Hampir 10 Gram di Simpang Gambus, ES Tak Bisa Lagi “Ngeles” Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Betmen, Korban : Saya dan Pelaku Sudah Berdamai Galaxy Watch 5 vs Garmin Forerunner 265: Smartwatch Serbaguna atau Jam Lari Profesional? Review Na Willa: Hangatnya Masa Kecil dalam Bingkai Parenting yang Jujur Kabid Parawisata Sebut Wisata ke Pulau Salah Namo Tanpa SOP, Risiko Jadi Urusan Siapa?

Daerah

INALUM Perkuat Komitmen Hijau dengan Integrasi Rantai Pasok dan Teknologi Ramah Lingkungan

Avatarbadge-check


					INALUM Perkuat Komitmen Hijau dengan Integrasi Rantai Pasok dan Teknologi Ramah Lingkungan Perbesar

Desir.id  – Batubara | PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) terus memperkuat langkah menuju dekarbonisasi dengan strategi inovatif yang menekan emisi karbon secara signifikan. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi rantai pasok terintegrasi serta penerapan teknologi ramah lingkungan di lini produksi.

Direktur Operasional INALUM, Ivan Ermisyam, melalui Humas INALUM menyampaikan bahwa perusahaan berhasil mengefisiensikan jalur distribusi bahan baku. Sebelumnya, pengiriman bahan baku dari Australia menuju Kuala Tanjung memakan waktu hingga tujuh hari perjalanan kapal. Kini, dengan memanfaatkan pasokan dari Kalimantan, perjalanan hanya membutuhkan sekitar 2,5 hari.

“Dengan pemangkasan waktu distribusi, emisi karbon dari kapal pengangkut otomatis semakin berkurang. Ini adalah langkah nyata INALUM dalam menekan jejak karbon sekaligus mempercepat proses produksi,” ujar Ivan melalui Humas, Minggu (21/9/2025)

Selain itu, INALUM juga melakukan inovasi di pabrik anoda. Jika sebelumnya pemanas pabrik masih bergantung pada minyak solar, kini telah beralih menggunakan Liquefied Natural Gas (LNG) yang lebih ramah lingkungan.

Kapasitas produksi yang semula hanya 225.000 ton per tahun kini meningkat menjadi 275.000 ton per tahun. Peningkatan ini tidak terlepas dari pembaruan teknologi yang membuat operasional semakin efisien. Dalam area yang sama, penggunaan listrik berhasil ditekan dari 14.500 kWh menjadi hanya 13.500 kWh.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa INALUM tidak hanya fokus pada produktivitas aluminium, tetapi juga pada keberlanjutan energi dan lingkungan. Dengan strategi ini, perusahaan semakin memperkuat komitmen dalam mendukung program dekarbonisasi nasional sekaligus menjaga daya saing industri aluminium Indonesia di pasar global.

INALUM berencana terus memperluas inovasi berbasis energi bersih dan teknologi rendah emisi agar dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan ekonomi nasional. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Retribusi Diduga “Bolong”, Pansus PAD DPRD Batu Bara Sidak PT Kuala Gunung: Operasional Bisa Disetop

9 Maret 2026 - 23:58 WIB

BBM Lagi Sensitif, Jerigen Tetap Dilayani: SMSI Batu Bara Angkat Suara

7 Maret 2026 - 18:44 WIB

Jelang Anniversary, Gratamec Medan Perkuat Soliditas Lewat Buka Puasa Bersama

6 Maret 2026 - 19:00 WIB

Isu “Tiket Masuk” Honorer Rp30–40 Juta, Aktivis Desak Kejatisu Periksa Kadisdik Labura

6 Maret 2026 - 05:27 WIB

Dana Desa Rp1,6 Miliar Dipersoalkan, Mahasiswa Desak Polda Sumut Periksa Kades Simpang Empat

6 Maret 2026 - 05:21 WIB

Trending di Daerah