Menu

Mode Gelap
Tak Mau Cuma Ekspor Tanah, INALUM Tancap Gas Hilirisasi Aluminium di Mempawah Satresnarkoba Batu Bara Ajak Pers Main Tim, Narkoba Diserbu dari Layar ke Lapangan Memahami Profil Risiko Agar Strategi Investasi Optimal Enam Proyek Sekaligus, Danantara Gaspol Hilirisasi US$ 7 Miliar Enam Proyek Sekaligus, Danantara Gaspol Hilirisasi US$ 7 Miliar Iklan Lari ke Medsos, PHK Awak Media Merebak: Dewan Pers Ingatkan Peran Pers Tetap Vital

Daerah

Sadar Waktu Gandeng Komunitas Seabolga dan Medan Book Party di Main Event ‘Sejenak Tanpa Layar’

badge-check


					Sadar Waktu Gandeng Komunitas Seabolga dan Medan Book Party di Main Event ‘Sejenak Tanpa Layar’ Perbesar

Desir.id — Medan | Main Event kampanye “Sejenak Tanpa Layar” yang digelar mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU) melalui inisiatif Sadar Waktu pada Selasa (30/9) di Taman FISIP USU menghadirkan kolaborasi dengan sejumlah komunitas. 

Komunitas Seabolga berpartisipasi lewat workshop ecoprint menggunakan cat pewarna dari bahan alami, kuning dari kunyit, hijau dari daun pandan, biru dari bunga telang, dan cokelat dari kopi. 

Sementara itu, Medan Book Party mengisi sesi silent reading dan sharing buku. Kolaborasi ini menambah variasi kegiatan dan memperkaya pengalaman lebih dari 60 peserta yang diajak menikmati aktivitas tanpa layar.

Mereka diajak mengisi waktu tanpa gadget dengan berbagai aktivitas alternatif. Di section kreativitas, peserta merangkai beads, mencoba diamond painting. Terdapat juga aktivitas melukis pouch dengan teknik ecoprint yang difasilitasi komunitas Seabolga. 

Sementara itu, di section buku, Medan Book Party hadir membawakan silent reading dan sharing session yang mengajak peserta merasakan pengalaman membaca kolektif di ruang terbuka.

General Manager Sadar Waktu, Alya Amanda, mengatakan kolaborasi ini sengaja dihadirkan untuk memperkaya pengalaman peserta. 

“Kami ingin menunjukkan bahwa detoks digital bisa lebih menyenangkan bila diisi dengan aktivitas nyata. 

Kehadiran komunitas-komunitas ini membuktikan bahwa mahasiswa tidak sendirian, ada banyak ruang alternatif yang bisa digali di luar layar,” jelasnya.

Selain itu, berbagai permainan seperti UNO, Jenga, dan puzzle juga menambah keseruan interaksi antarpeserta. Dari catatan stopwatch yang dikumpulkan, rata-rata peserta berhasil lepas dari layar selama 30 menit, bahkan ada yang bertahan hingga 3 jam.

Kolaborasi ini mendapat respons positif dari peserta. Salah satunya Ghina Raudhatul Jannah, yang bertahan 3 jam penuh. “Ternyata tanpa HP pun bisa ngelakuin banyak hal seru. Saya bahkan dapat pengalaman baru dari ecoprint, sampai kepikiran untuk coba detoks digital lagi,” ujarnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskusi SMSI Batu Bara Bersama Kejari: Dari Penguatan Hukum hingga Peningkatan SDM Daerah

14 Januari 2026 - 15:55 WIB

Bupati Batu Bara Terima Anugerah Sahabat Pers Indonesia dari SMSI

8 Januari 2026 - 11:54 WIB

SMSI Kecam Aksi Kekerasan di SPBU: Wartawan Tidak Boleh Diintimidasi

5 Desember 2025 - 15:16 WIB

Soal Dugaan Tangkap Lepas Bento dan Kinerja Polres Batu Bara, Formasib Angkat Bicara

4 Desember 2025 - 15:44 WIB

Bank Sumut Salurkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Batu Bara

1 Desember 2025 - 07:26 WIB

Trending di Daerah