Menu

Mode Gelap
Peristiwa Pengeroyokan di Salapian, Indra : Sebelum Melaporkan Saya Sudah Berulang Kali Menawarkan Perdamaian Namun Ditolak Sabu Hampir 10 Gram di Simpang Gambus, ES Tak Bisa Lagi “Ngeles” Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Betmen, Korban : Saya dan Pelaku Sudah Berdamai Galaxy Watch 5 vs Garmin Forerunner 265: Smartwatch Serbaguna atau Jam Lari Profesional? Review Na Willa: Hangatnya Masa Kecil dalam Bingkai Parenting yang Jujur Kabid Parawisata Sebut Wisata ke Pulau Salah Namo Tanpa SOP, Risiko Jadi Urusan Siapa?

Daerah

Soal Dugaan Tangkap Lepas Bento dan Kinerja Polres Batu Bara, Formasib Angkat Bicara

Avatarbadge-check


					Soal Dugaan Tangkap Lepas Bento dan Kinerja Polres Batu Bara, Formasib Angkat Bicara Perbesar

Desir.id – Batu Bara | Sebelumnya beredar pemberitaan tentang Dugaan penangkapan terhadap MD alias Bento. Tertulis bahwa sebagian warga melihat langsung peristiwa itu. Menurut warga, kejadian tersebut terjadi di sebuah kedai minum sekitar bulan Juli, pukul 20.00 WIB.

Berbeda dari keterangan warga, Kasat Narkoba Polres Batu Bara AKP Ramses Panjaitan menyampaikan penjelasan berbeda. Dalam sebuah pemberitaan di media Kasat mengaku tidak pernah ada penangkapan terhadap MD alias bento.

Dua narasi bertolak belakang ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Di satu sisi, warga mengaku melihat langsung apa yang mereka yakini sebagai penangkapan. Namun di sisi lain, kepolisian menegaskan peristiwa itu tidak pernah terjadi.

Forum Media Masyarakat Independen Bersinergi (Formasib) angkat bicara terkait polemik dugaan tangkap lepas MD alias Bento yang mencuat di Kabupaten Batu Bara. Ketua Formasib, Yusribajang, menyampaikan kritik keras atas kinerja pemberantasan narkoba yang dianggap tidak menunjukkan hasil signifikan. Ia menilai perkembangan narkoba di Batu Bara justru semakin meluas.

“Muak, muntah dengan penangkapan kecil dijadikan pencitraan, bandar besar dibiarkan. Formasib minta Kapolri evaluasi kinerja Polres Batu Bara,” ujarnya menegaskan.

Menurut Yusribajang, dugaan adanya kerja sama antara bandar narkoba dan aparat penegak hukum (APH) di Batu Bara bukan lagi cerita baru. Ia menuding ada oknum di internal Polres Batu Bara yang diduga bermain dalam peredaran narkoba.

“Penghianat sebenarnya ya mereka. Munafik kalau APH tidak bisa membersihkan narkoba di Batu Bara ini,” ucapnya.

Yusri juga menceritakan pengalaman pribadi saat menjadi tahanan kasus Omnibus Law di Lapas Labuhan Ruku pada 2020. Ia mengaku mendengar langsung cerita sesama tahanan kasus narkoba.

“Mereka bilang kalau tidak setor ke oknum Polres Batu Bara, ya tanggunglah akibatnya. Bahkan mereka mengatakan barang haram itu ya dari APH Polres Batu Bara,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa peredaran narkoba bahkan terjadi di dalam lapas. Menurutnya, pemakai dan bandar sama-sama leluasa menjalankan aktivitas di balik jeruji.

“Miris dengan negeri ini, khususnya Batu Bara. Seharusnya APH memberantas, malah mereka yang bermain,” katanya.

Yusri kemudian menyinggung kembali pemberitaan terkait dugaan tangkap lepas terhadap MD alias Bento. Ia menilai kasus tersebut menunjukkan perlunya evaluasi serius dari pimpinan kepolisian.

“Sudah pantas Kapolri mengevaluasi kinerja Kapolres Batu Bara. Kepercayaan publik khususnya terhadap Satnarkoba nyaris hilang,” tuturnya.

“Kami muak dengan kinerja Sat Narkoba Batu Bara. Bukannya narkoba hilang, malah berkembang. Kami minta Satnarkoba dan Kapolres Batu Bara dicopot,” tutupnya

Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi yang menjembatani perbedaan keterangan tersebut. Publik pun menunggu langkah lanjutan dari pihak kepolisian serta respons dari pimpinan Polri terkait desakan evaluasi yang disampaikan Formasib. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Retribusi Diduga “Bolong”, Pansus PAD DPRD Batu Bara Sidak PT Kuala Gunung: Operasional Bisa Disetop

9 Maret 2026 - 23:58 WIB

BBM Lagi Sensitif, Jerigen Tetap Dilayani: SMSI Batu Bara Angkat Suara

7 Maret 2026 - 18:44 WIB

Jelang Anniversary, Gratamec Medan Perkuat Soliditas Lewat Buka Puasa Bersama

6 Maret 2026 - 19:00 WIB

Isu “Tiket Masuk” Honorer Rp30–40 Juta, Aktivis Desak Kejatisu Periksa Kadisdik Labura

6 Maret 2026 - 05:27 WIB

Dana Desa Rp1,6 Miliar Dipersoalkan, Mahasiswa Desak Polda Sumut Periksa Kades Simpang Empat

6 Maret 2026 - 05:21 WIB

Trending di Daerah