Menu ✖

Mode Gelap
Perdana di Batu Bara, SMSI Gelar UKW untuk Tingkatkan Kompetensi Wartawan Batalyon Parako 463 Pasgat Raih Samkarya Nugraha, Pengabdian Prajurit Mendapat Penghormatan Negara Hama Ulat Serang Kebun PTPN IV Regional 1 Tanah Raja, Produksi Sawit Terancam Menurun HUT ke-81 TNI, Marsda Budhi Achmadi Dorong Modernisasi dan Profesionalisme Menuju 2045 Gerak Cepat Tindak Aduan Narkoba, Polresta Deli Serdang Malah Kena “Prank” di Dua Lokasi Pengurus Baru MUI Deli Serdang Resmi Dikukuhkan, Bupati Dorong Perkuat Pembinaan Moral Masyarakat

News

Tren Work From Café: Lebih dari Sekadar Nongkrong

Avatarbadge-check


					Tren Work From Café: Lebih dari Sekadar Nongkrong Perbesar

Desir.id — Medan | Kafe kini tak lagi hanya identik dengan tempat nongkrong. Seiring dengan meningkatnya teknologi digital, ruang-ruang publik seperti ini berubah menjadi tempat produktif untuk bekerja atau belajar. Fenomena Work From Café (WFC) semakin marak, dilakukan oleh beberapa orang yang gemar memadukan gaya hidup santai dengan aktivitas produktif. 

Tren ini juga dipengaruhi dengan peran sosial media, budaya Work From Café ini populer pasca pandemi Covid-19 seiring dengan budaya nongkrong muncul Kembali. Belakangan ini, mudah kita temui orang-orang yang sibuk dengan laptopnya, buku catatan, dengan secangkir kopi atau minuman segar di beberapa kafe  di kota Medan, menandakan banyaknya orang yang mengikuti tren ini. 

“mungkin ada beberapa faktor ya kenapa orang-orang lebih nyaman WFC, mungkin karena lebih comfort kali disini, karena rumah kan tempatnya untuk istirahat gitu,” ujar  Virgi, salah satu pelanggan Coffee Shop yang sedang WFC. 

“Kalo lagi WFC itu bisa melihat banyak hal dan bisa nemu referensi yang lebih banyak gitu, terlebih kalo aku WFC-nya sendirian gitu, jadi aku bisa fokus ke diri sendiri gitu.” Tambah Amel, salah satu peminat tren WFC. 

Tapi dibalik maraknya orang-orang yang suka melakukan kegiatan ini, ada pula beberapa orang yang kurang suka bekerja atau belajar diluar kantor, rumah atau kampus. 

“Aku pernah beberapa kali WFC, dan aku ngerasa kalo lagi WFC itu banyak distraksi, makanya aku pribadi kalo kerja Sukanya sendirian dikos, supaya aku bisa fokus ke diri 

sendiri, dan menurut aku WFC lumayan bikin boros.” ungkap Hadad, salah satu pengunjung Coffee Shop. 

Nah, berdasarkan beberapa opini diatas, memang WFC memiliki sisi positif dan negatif tergantung dari individu yang melakukannya, ada orang yang lebih suka belajar atau kerja diluar ruangan untuk mencari inspirasi dan suasana yang nyaman, namun ada juga yang berpendapat bahwa tren ini cenderung konsumtif. 

Terlepas dari suka atau tidaknya orang-orang terhadap tren ini, tren ini juga berdampak kepada pemasukan dan pengeluaran ekonomi pengusaha kafe. 

“bagus sekali tren ini, karena meningkatkan pendapatan kita sebagai owner Coffee Shop, untuk menyambut orang yang mau WFC kalo kita sih siapin banyak colokan, wifi yang memumpuni untuk orang bekerja atau belajar di kafe ini. Semenjak ada tren ini, pengunjung udah pada datang dari pagi, karena biasanya pada datang sore cuman buat Hangout doang, dan pengunjung yang biasanya WFC disinikan orang-orang pekerja ya, mereka bisa pesen 

minum itu sampe dua kali, kalo sisi negatifnya paling cok sambung suka ilang, itu aja sih.” 

Ujar David, sebagai salah satu owner Coffee Shop di kota medan. 

Pada akhirnya, WFC bukan hanya tren sesaat. Tapi merupakan representasi cara kerja baru yang lebih fleksibel, kreatif, dan kolaboratif , sebuah perubahan yang mencerminkan dinamika dunia kerja modern.

Oleh: Rayhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perdana di Batu Bara, SMSI Gelar UKW untuk Tingkatkan Kompetensi Wartawan

6 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Batalyon Parako 463 Pasgat Raih Samkarya Nugraha, Pengabdian Prajurit Mendapat Penghormatan Negara

6 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Hama Ulat Serang Kebun PTPN IV Regional 1 Tanah Raja, Produksi Sawit Terancam Menurun

6 Oktober 2026 - 09:05 WIB

HUT ke-81 TNI, Marsda Budhi Achmadi Dorong Modernisasi dan Profesionalisme Menuju 2045

6 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Gerak Cepat Tindak Aduan Narkoba, Polresta Deli Serdang Malah Kena “Prank” di Dua Lokasi

5 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Trending di News