Menu

Mode Gelap
Bunda Yin Unggul Telak dan Resmi Pimpin WALUBI Sumut Periode 2026–2031 Harga Semen Sumut Naik 25–40 Persen , KPPU Dalami Sebabnya  Bank Indonesia Buka Panggung UMKM, Rp6,4 Miliar Transaksi Tercatat di Tao Toba Joujou Bank Indonesia Buka Panggung UMKM, Rp6,4 Miliar Transaksi Tercatat di Tao Toba Joujou Baru Grand Opening, Bingchun Tanjung Morawa Langsung Punya 5 Franchise Baru! Polresta Deli Serdang Musnahkan 1,2 Kilogram Sabu, Berhasil Ungkap 48 Kasus Narkoba

News

Dari Pontianak ke Mempawah: Komisi VI DPR RI “Turun Gunung” Kawal Hilirisasi Aluminium

Avatarbadge-check


					Screenshot Perbesar

Screenshot

Desir.id — Batu Bara | Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Provinsi Kalimantan Barat untuk mengawal agenda hilirisasi aluminium nasional. Fokus utama kunjungan ini adalah proyek Smelter Aluminium Mempawah dan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II.

Kunjungan tersebut digelar di Kota Pontianak, Pada Minggu (22/2/2026). Agenda ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan Komisi VI DPR RI terhadap proyek strategis nasional sektor pertambangan dan industri mineral.

Dalam pertemuan itu, INALUM memaparkan progres groundbreaking pembangunan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit–Alumina–Aluminium di Mempawah. Proyek ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir industri aluminium nasional.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menyampaikan optimisme terhadap integrasi pasokan bauksit, pemurnian alumina, hingga pengolahan aluminium. Menurutnya, integrasi tersebut akan menjadi motor penggerak ekonomi dan memperkuat masa depan industri aluminium nasional.

Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo, menegaskan komitmen pengawasan terhadap proyek hilirisasi aluminium di Kalimantan Barat. Ia menyebut pengawasan dilakukan agar proyek berjalan sesuai target, tepat waktu, dan memberi dampak nyata bagi perekonomian daerah serta nasional.

Komisi VI DPR RI juga mengidentifikasi berbagai kendala teknis, regulasi, hingga tantangan global yang memengaruhi proyek hilirisasi aluminium. Dialog konstruktif antara DPR dan BUMN diharapkan melahirkan langkah taktis untuk memperkuat daya saing industri nasional.

Dengan pengawasan yang ketat dan koordinasi lintas sektor, proyek Smelter Aluminium Mempawah dan SGAR Fase II ditargetkan menjadi fondasi kemandirian industri mineral Indonesia. Komisi VI DPR RI menegaskan akan terus menjalankan fungsi pengawasan sesuai mandat konstitusi guna memastikan proyek hilirisasi berjalan transparan dan akuntabel. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bunda Yin Unggul Telak dan Resmi Pimpin WALUBI Sumut Periode 2026–2031

12 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Harga Semen Sumut Naik 25–40 Persen , KPPU Dalami Sebabnya 

11 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Bank Indonesia Buka Panggung UMKM, Rp6,4 Miliar Transaksi Tercatat di Tao Toba Joujou

8 Agustus 2026 - 23:43 WIB

Bank Indonesia Buka Panggung UMKM, Rp6,4 Miliar Transaksi Tercatat di Tao Toba Joujou

8 Agustus 2026 - 23:31 WIB

Baru Grand Opening, Bingchun Tanjung Morawa Langsung Punya 5 Franchise Baru!

8 Agustus 2026 - 22:11 WIB

Trending di News