Menu

Mode Gelap
Polisi dan Warga Bergerak Bersama, Ruang Gerak Narkoba di Batu Bara Dipersempit Perguruan Ahmad Yani Binjai Ukir Sejarah Perdana Dengan Menggelar Kompetisi Sains yang Diikuti Ribuan Pelajar se-Sumut Sat Reskrim Polres Langkat Amankan Pelaku Kekerasan Terhadap Anak di Salapian Pengedar Ganja Diringkus Satres Narkoba Polres Langkat di Rumahnya “Batang Patah di Tanah Rantau” Hidupkan Randai Kontemporer di Taman Budaya Medan Batang Patah di Tanah Rantau: Membaca Ulang Randai dalam Spirit Urban Kontemporer

News

Dari Pontianak ke Mempawah: Komisi VI DPR RI “Turun Gunung” Kawal Hilirisasi Aluminium

Avatarbadge-check


					Screenshot Perbesar

Screenshot

Desir.id — Batu Bara | Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Provinsi Kalimantan Barat untuk mengawal agenda hilirisasi aluminium nasional. Fokus utama kunjungan ini adalah proyek Smelter Aluminium Mempawah dan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II.

Kunjungan tersebut digelar di Kota Pontianak, Pada Minggu (22/2/2026). Agenda ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan Komisi VI DPR RI terhadap proyek strategis nasional sektor pertambangan dan industri mineral.

Dalam pertemuan itu, INALUM memaparkan progres groundbreaking pembangunan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit–Alumina–Aluminium di Mempawah. Proyek ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir industri aluminium nasional.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menyampaikan optimisme terhadap integrasi pasokan bauksit, pemurnian alumina, hingga pengolahan aluminium. Menurutnya, integrasi tersebut akan menjadi motor penggerak ekonomi dan memperkuat masa depan industri aluminium nasional.

Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo, menegaskan komitmen pengawasan terhadap proyek hilirisasi aluminium di Kalimantan Barat. Ia menyebut pengawasan dilakukan agar proyek berjalan sesuai target, tepat waktu, dan memberi dampak nyata bagi perekonomian daerah serta nasional.

Komisi VI DPR RI juga mengidentifikasi berbagai kendala teknis, regulasi, hingga tantangan global yang memengaruhi proyek hilirisasi aluminium. Dialog konstruktif antara DPR dan BUMN diharapkan melahirkan langkah taktis untuk memperkuat daya saing industri nasional.

Dengan pengawasan yang ketat dan koordinasi lintas sektor, proyek Smelter Aluminium Mempawah dan SGAR Fase II ditargetkan menjadi fondasi kemandirian industri mineral Indonesia. Komisi VI DPR RI menegaskan akan terus menjalankan fungsi pengawasan sesuai mandat konstitusi guna memastikan proyek hilirisasi berjalan transparan dan akuntabel. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi dan Warga Bergerak Bersama, Ruang Gerak Narkoba di Batu Bara Dipersempit

12 Mei 2026 - 11:06 WIB

Perguruan Ahmad Yani Binjai Ukir Sejarah Perdana Dengan Menggelar Kompetisi Sains yang Diikuti Ribuan Pelajar se-Sumut

10 Mei 2026 - 21:19 WIB

Sat Reskrim Polres Langkat Amankan Pelaku Kekerasan Terhadap Anak di Salapian

8 Mei 2026 - 21:27 WIB

Pengedar Ganja Diringkus Satres Narkoba Polres Langkat di Rumahnya

8 Mei 2026 - 21:24 WIB

“Batang Patah di Tanah Rantau” Hidupkan Randai Kontemporer di Taman Budaya Medan

7 Mei 2026 - 18:44 WIB

Trending di News