Menu

Mode Gelap
BBM Lagi Sensitif, Jerigen Tetap Dilayani: SMSI Batu Bara Angkat Suara Jelang Anniversary, Gratamec Medan Perkuat Soliditas Lewat Buka Puasa Bersama Bukan Cuma Resep, RSU Mitra Sejati Juga Racik Kebersamaan Lewat Bukber Civitas Hospitalia Isu “Tiket Masuk” Honorer Rp30–40 Juta, Aktivis Desak Kejatisu Periksa Kadisdik Labura Dana Desa Rp1,6 Miliar Dipersoalkan, Mahasiswa Desak Polda Sumut Periksa Kades Simpang Empat Afandin Himbau Seluruh stakeholder dan Masyarakat Langkat Agar Melaksanakan gerakan ASRI

Daerah

BBM Lagi Sensitif, Jerigen Tetap Dilayani: SMSI Batu Bara Angkat Suara

Avatarbadge-check


					BBM Lagi Sensitif, Jerigen Tetap Dilayani: SMSI Batu Bara Angkat Suara Perbesar

Desir.id – Batu Bara | Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sedang ramai di tengah masyarakat justru diwarnai pemandangan yang memicu kekhawatiran baru. Di tengah situasi sensitif tersebut, sebuah SPBU di Kabupaten Batu Bara terpantau masih melayani pengisian BBM menggunakan jerigen.

Pantauan di SPBU Pakam 14.212.261, Desa Pakam Raya, Kecamatan Medang Deras, Jumat (6/3/2026), memperlihatkan antrean kendaraan roda dua yang memanjang hingga ke badan jalan. Kondisi itu menimbulkan keluhan warga yang harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan BBM.

Di tengah antrean sepeda motor tersebut, wartawan justru menemukan puluhan warga melakukan pengisian Pertalite menggunakan jerigen. Yang menjadi perhatian, pengisian jerigen itu juga tetap dilayani oleh petugas SPBU.

Situasi ini kemudian mendapat sorotan dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Batu Bara. Ketua Harian SMSI Batu Bara, Gusti Sinaga, menyayangkan kebijakan yang dinilai kurang peka terhadap kondisi psikologis masyarakat.

Menurutnya, pengelola SPBU seharusnya dapat mengambil pelajaran dari pengalaman sebelumnya, terutama saat terjadi kelangkaan BBM ketika banjir melanda wilayah tersebut. Pada kondisi seperti ini, pembelian BBM menggunakan jerigen semestinya dibatasi sementara waktu.

“Jika pengisian jerigen tetap dilayani di tengah isu kelangkaan BBM, maka distribusi bisa menjadi tidak merata. Situasi seperti ini juga berpotensi memicu kepanikan di masyarakat,” kata Gusti.

Ia menilai, pembatasan sementara terhadap pembelian jerigen dapat membantu memastikan BBM lebih dulu tersalurkan kepada pengguna kendaraan yang benar-benar membutuhkan.

Selain itu, langkah tersebut juga dapat mencegah potensi penimbunan BBM oleh oknum tertentu. Jika dibiarkan, kondisi itu dikhawatirkan justru memperkeruh situasi distribusi BBM di tengah masyarakat.

“Kalau manajemen SPBU masih mengizinkan pengisian jerigen di saat isu kelangkaan sedang ramai, kesannya seperti ikut mendorong terjadinya panic buying di masyarakat,” tegasnya.

Di lokasi yang sama, perhatian publik juga sempat tertuju pada sebuah mobil minibus jenis Carry yang pernah hangus terbakar di area SPBU tersebut.

Peristiwa itu sebelumnya diberitakan terjadi pada Senin (23/2/2026) pagi. Berdasarkan keterangan yang dikutip dari salah satu media daring, kebakaran diduga dipicu korsleting pada aki kendaraan.

Kasat Reskrim Polres Batu Bara, AKP Masagus menjelaskan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 09.30 WIB. Mobil bernomor polisi BK 1389 EZ yang dikemudikan Safit (18), warga Desa Gambus Laut, disebut datang ke SPBU untuk membeli BBM jenis solar.

Namun berdasarkan pengamatan wartawan di lokasi, posisi kendaraan tersebut berada mengarah ke pintu keluar SPBU. Kondisi itu memunculkan dugaan bahwa kendaraan tersebut kemungkinan telah selesai melakukan pengisian BBM sebelum insiden kebakaran terjadi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jelang Anniversary, Gratamec Medan Perkuat Soliditas Lewat Buka Puasa Bersama

6 Maret 2026 - 19:00 WIB

Isu “Tiket Masuk” Honorer Rp30–40 Juta, Aktivis Desak Kejatisu Periksa Kadisdik Labura

6 Maret 2026 - 05:27 WIB

Dana Desa Rp1,6 Miliar Dipersoalkan, Mahasiswa Desak Polda Sumut Periksa Kades Simpang Empat

6 Maret 2026 - 05:21 WIB

Afandin Himbau Seluruh stakeholder dan Masyarakat Langkat Agar Melaksanakan gerakan ASRI

5 Maret 2026 - 22:11 WIB

Kajari Batu Bara dan SMSI “Turun ke Jalan”, Takjil Dibagi, Silaturahmi Pun Jadi

5 Maret 2026 - 21:39 WIB

Trending di Daerah