Desir.id – Batu Bara | Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sedang ramai di tengah masyarakat justru diwarnai pemandangan yang memicu kekhawatiran baru. Di tengah situasi sensitif tersebut, sebuah SPBU di Kabupaten Batu Bara terpantau masih melayani pengisian BBM menggunakan jerigen.
Pantauan di SPBU Pakam 14.212.261, Desa Pakam Raya, Kecamatan Medang Deras, Jumat (6/3/2026), memperlihatkan antrean kendaraan roda dua yang memanjang hingga ke badan jalan. Kondisi itu menimbulkan keluhan warga yang harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan BBM.
Di tengah antrean sepeda motor tersebut, wartawan justru menemukan puluhan warga melakukan pengisian Pertalite menggunakan jerigen. Yang menjadi perhatian, pengisian jerigen itu juga tetap dilayani oleh petugas SPBU.
Situasi ini kemudian mendapat sorotan dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Batu Bara. Ketua Harian SMSI Batu Bara, Gusti Sinaga, menyayangkan kebijakan yang dinilai kurang peka terhadap kondisi psikologis masyarakat.
Menurutnya, pengelola SPBU seharusnya dapat mengambil pelajaran dari pengalaman sebelumnya, terutama saat terjadi kelangkaan BBM ketika banjir melanda wilayah tersebut. Pada kondisi seperti ini, pembelian BBM menggunakan jerigen semestinya dibatasi sementara waktu.
“Jika pengisian jerigen tetap dilayani di tengah isu kelangkaan BBM, maka distribusi bisa menjadi tidak merata. Situasi seperti ini juga berpotensi memicu kepanikan di masyarakat,” kata Gusti.
Ia menilai, pembatasan sementara terhadap pembelian jerigen dapat membantu memastikan BBM lebih dulu tersalurkan kepada pengguna kendaraan yang benar-benar membutuhkan.
Selain itu, langkah tersebut juga dapat mencegah potensi penimbunan BBM oleh oknum tertentu. Jika dibiarkan, kondisi itu dikhawatirkan justru memperkeruh situasi distribusi BBM di tengah masyarakat.
“Kalau manajemen SPBU masih mengizinkan pengisian jerigen di saat isu kelangkaan sedang ramai, kesannya seperti ikut mendorong terjadinya panic buying di masyarakat,” tegasnya.
Di lokasi yang sama, perhatian publik juga sempat tertuju pada sebuah mobil minibus jenis Carry yang pernah hangus terbakar di area SPBU tersebut.
Peristiwa itu sebelumnya diberitakan terjadi pada Senin (23/2/2026) pagi. Berdasarkan keterangan yang dikutip dari salah satu media daring, kebakaran diduga dipicu korsleting pada aki kendaraan.
Kasat Reskrim Polres Batu Bara, AKP Masagus menjelaskan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 09.30 WIB. Mobil bernomor polisi BK 1389 EZ yang dikemudikan Safit (18), warga Desa Gambus Laut, disebut datang ke SPBU untuk membeli BBM jenis solar.
Namun berdasarkan pengamatan wartawan di lokasi, posisi kendaraan tersebut berada mengarah ke pintu keluar SPBU. Kondisi itu memunculkan dugaan bahwa kendaraan tersebut kemungkinan telah selesai melakukan pengisian BBM sebelum insiden kebakaran terjadi. (Red)









