Menu

Mode Gelap
Semangat Kejuangan Harus Ditularkan di 33 Kabupaten/Kota Sumut Pj Sekdaprovsu Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Karya, Prestasi, dan Semangat Persatuan di Semarak HUT RI Pansus Plasma DPRD Batubara Temui Kementan dan ATR/BPN,Perjuangkan 20 persen Hak Masyarakat DPRD Batubara Rekom BUMD Jadi Perseroda Kasat Narkoba Polres Batu Bara Serahkan Bola kepada Sinergi SC, Wujud Dukungan bagi Wartawan Olahraga Pria 56 Tahun Dibekuk Satresnarkoba Polresta Deli Serdang, Dua Paket Sabu Berhasil Diamankan

News

“Ba Mamak Ba Kamanakan”, Kegelisahan Adat Minang yang Dibawa ke Atas Panggung

Avatarbadge-check


					“Ba Mamak Ba Kamanakan”, Kegelisahan Adat Minang yang Dibawa ke Atas Panggung Perbesar

Desir.id — Medan | Pertunjukan tari “Ba Mamak Ba Kamanakan” akan tampil di Taman Budaya Sumatera Utara pada Rabu (13/5/26) pukul 20.00 WIB. Karya ini menghadirkan refleksi sosial tentang perubahan hubungan mamak dan kemenakan dalam budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman.

Karya tari tersebut mengangkat sistem kekerabatan Minangkabau yang menganut garis keturunan matrilineal. Dalam tradisi itu, mamak memiliki posisi penting sebagai pembimbing, pelindung, sekaligus sosok yang bertanggung jawab terhadap kehidupan kemenakan, mulai dari pendidikan adat hingga nilai moral.

Namun perubahan sosial dan kehidupan urban perlahan menggeser peran tersebut. Tanggung jawab yang dulunya banyak berada di tangan mamak kini semakin beralih kepada keluarga inti. Dampaknya, hubungan emosional antara mamak dan kemenakan mulai mengalami jarak.

Fenomena itulah yang kemudian diterjemahkan ke dalam pertunjukan “Ba Mamak Ba Kamanakan”. Melalui gerak tubuh, pola lantai, ekspresi, hingga atmosfer panggung, karya ini mencoba menggambarkan konflik batin dan kerinduan terhadap nilai kekeluargaan yang perlahan memudar di masyarakat Minangkabau.

Pengkarya pertunjukan ini adalah Martozet S.Sn., M.Sn., dengan pimpinan produksi Dr. Nurwani S.ST., M.Hum. Konsep artistik dan koreografi turut melibatkan Erik Nofriwandi S.Sn., M.Sn., sementara stage manager dipercayakan kepada Frisdo Ekardo S.Sn., M.Sn.

Penataan musik digarap Yunaidi, tata cahaya oleh Jodi Dafa Jauhara, serta dokumentasi kegiatan ditangani Triadi Syadian.

Melalui karya tersebut, para pengkarya berharap generasi muda kembali memahami pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan dan nilai adat Minangkabau, termasuk peran mamak yang selama ini menjadi bagian penting dalam identitas budaya yang diwariskan turun-temurun. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semangat Kejuangan Harus Ditularkan di 33 Kabupaten/Kota Sumut

4 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Pj Sekdaprovsu Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Karya, Prestasi, dan Semangat Persatuan di Semarak HUT RI

4 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Pansus Plasma DPRD Batubara Temui Kementan dan ATR/BPN,Perjuangkan 20 persen Hak Masyarakat

2 Agustus 2026 - 16:35 WIB

DPRD Batubara Rekom BUMD Jadi Perseroda

2 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Kasat Narkoba Polres Batu Bara Serahkan Bola kepada Sinergi SC, Wujud Dukungan bagi Wartawan Olahraga

1 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Trending di News