Menu

Mode Gelap
Pemkab Deli Serdang Dukung Pemeriksaan Pendahuluan BPK RI Desa Pagar Merbau III Jalani Evaluasi LBS Tingkat Sumut Rating BBB- S&P Global Tegaskan Peran Strategis INALUM dalam Hilirisasi Aluminium Nasional INALUM dan BAI Bersinergi Tangani Karhutla di Mempawah, Fokus Padamkan Api di Lahan Gambut INALUM Raih Peringkat idAA/Stable, Perkuat Fondasi Ekspansi Industri Aluminium Nasional Solidaritas Insan INALUM Jadi Aksi Nyata untuk Pemulihan Korban Gempa NTT

News

“Ba Mamak Ba Kamanakan”, Kegelisahan Adat Minang yang Dibawa ke Atas Panggung

Avatarbadge-check


					“Ba Mamak Ba Kamanakan”, Kegelisahan Adat Minang yang Dibawa ke Atas Panggung Perbesar

Desir.id — Medan | Pertunjukan tari “Ba Mamak Ba Kamanakan” akan tampil di Taman Budaya Sumatera Utara pada Rabu (13/5/26) pukul 20.00 WIB. Karya ini menghadirkan refleksi sosial tentang perubahan hubungan mamak dan kemenakan dalam budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman.

Karya tari tersebut mengangkat sistem kekerabatan Minangkabau yang menganut garis keturunan matrilineal. Dalam tradisi itu, mamak memiliki posisi penting sebagai pembimbing, pelindung, sekaligus sosok yang bertanggung jawab terhadap kehidupan kemenakan, mulai dari pendidikan adat hingga nilai moral.

Namun perubahan sosial dan kehidupan urban perlahan menggeser peran tersebut. Tanggung jawab yang dulunya banyak berada di tangan mamak kini semakin beralih kepada keluarga inti. Dampaknya, hubungan emosional antara mamak dan kemenakan mulai mengalami jarak.

Fenomena itulah yang kemudian diterjemahkan ke dalam pertunjukan “Ba Mamak Ba Kamanakan”. Melalui gerak tubuh, pola lantai, ekspresi, hingga atmosfer panggung, karya ini mencoba menggambarkan konflik batin dan kerinduan terhadap nilai kekeluargaan yang perlahan memudar di masyarakat Minangkabau.

Pengkarya pertunjukan ini adalah Martozet S.Sn., M.Sn., dengan pimpinan produksi Dr. Nurwani S.ST., M.Hum. Konsep artistik dan koreografi turut melibatkan Erik Nofriwandi S.Sn., M.Sn., sementara stage manager dipercayakan kepada Frisdo Ekardo S.Sn., M.Sn.

Penataan musik digarap Yunaidi, tata cahaya oleh Jodi Dafa Jauhara, serta dokumentasi kegiatan ditangani Triadi Syadian.

Melalui karya tersebut, para pengkarya berharap generasi muda kembali memahami pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan dan nilai adat Minangkabau, termasuk peran mamak yang selama ini menjadi bagian penting dalam identitas budaya yang diwariskan turun-temurun. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Deli Serdang Dukung Pemeriksaan Pendahuluan BPK RI

21 September 2026 - 21:12 WIB

Desa Pagar Merbau III Jalani Evaluasi LBS Tingkat Sumut

21 September 2026 - 17:37 WIB

Rating BBB- S&P Global Tegaskan Peran Strategis INALUM dalam Hilirisasi Aluminium Nasional

21 September 2026 - 10:49 WIB

INALUM dan BAI Bersinergi Tangani Karhutla di Mempawah, Fokus Padamkan Api di Lahan Gambut

21 September 2026 - 10:43 WIB

INALUM Raih Peringkat idAA/Stable, Perkuat Fondasi Ekspansi Industri Aluminium Nasional

21 September 2026 - 10:37 WIB

Trending di News