Menu

Mode Gelap
Belum 4 Bulan Menjabat, 119 Kasus Narkoba Sudah Dibabat AKP Arifin Purba “Rahim Negeriku” Hidupkan Sawah Saentis, Teater yang Bukan Sekadar Tontonan Ciptakan Rasa Aman Saat Black Out  dan Jaga Kamtibmas serta Cegah Kejahatan, Polres Langkat Gelar Patroli Skala Besar  THM di Deli Serdang Dirazia, Empat Orang Diamankan Terkait Dugaan Narkoba Ketika Blackout Memaksa Genset Menyala, Dua Nyawa Melayang di Batu Bara Gerak Cepat Ambulans PP Batu Bara Jemput Jenazah Lansia Ke Kampung Halaman

News

“Rahim Negeriku” Hidupkan Sawah Saentis, Teater yang Bukan Sekadar Tontonan

Avatarbadge-check


					“Rahim Negeriku” Hidupkan Sawah Saentis, Teater yang Bukan Sekadar Tontonan Perbesar

Desir.id — Deli Serdang | Area persawahan di Lorong Tempel, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, berubah menjadi ruang pertunjukan terbuka lewat pementasan Teater Sawah bertajuk Rahim Negeriku, Minggu (24/5/2026). Pertunjukan ini sukses menyita perhatian masyarakat karena menghadirkan isu krisis pangan, ketahanan sawah, dan budaya lokal dalam balutan seni pertunjukan yang kuat dan emosional.

Pementasan Rahim Negeriku menghadirkan pengalaman artistik berbeda. Hamparan sawah dijadikan panggung utama untuk menyampaikan pesan tentang kondisi pangan saat ini sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga lahan pertanian di tengah arus pembangunan dan perubahan zaman.

Karya ini disutradarai oleh Elwida Yuwitri dengan dukungan artistik dari Kariman Siregar sebagai koreografer. Pertunjukan memadukan unsur teater, gerak tubuh, musik, hingga simbol budaya lokal yang dikemas secara kontekstual dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Melalui konsep Teater Sawah, para penonton tidak hanya menikmati pertunjukan seni, tetapi juga diajak membaca ulang relasi manusia dengan tanah, pangan, dan tradisi. Nilai budaya wiwitan yang mulai jarang dikenal generasi muda turut diangkat sebagai bagian penting dari identitas masyarakat agraris.

Pertunjukan berlangsung di tengah area persawahan aktif. Situasi tersebut memperkuat suasana emosional sekaligus menghadirkan pengalaman visual yang berbeda dari pertunjukan teater pada umumnya. Penonton terlihat antusias mengikuti jalannya pertunjukan hingga selesai.

Selain menjadi ruang ekspresi seni, Rahim Negeriku juga menjadi bentuk kritik sosial terhadap kondisi pertanian dan ancaman berkurangnya lahan sawah produktif. Pesan tentang ketahanan pangan disampaikan secara halus melalui bahasa artistik yang mudah dipahami publik.

Pementasan ini sekaligus menunjukkan bahwa seni pertunjukan di Sumatera Utara terus berkembang dengan pendekatan kreatif dan relevan terhadap isu sosial masyarakat. Teater Sawah di Desa Saentis menjadi bukti bahwa ruang budaya dapat tumbuh dari lingkungan paling dekat dengan kehidupan warga. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Belum 4 Bulan Menjabat, 119 Kasus Narkoba Sudah Dibabat AKP Arifin Purba

26 Mei 2026 - 20:40 WIB

Ciptakan Rasa Aman Saat Black Out  dan Jaga Kamtibmas serta Cegah Kejahatan, Polres Langkat Gelar Patroli Skala Besar 

25 Mei 2026 - 09:50 WIB

THM di Deli Serdang Dirazia, Empat Orang Diamankan Terkait Dugaan Narkoba

24 Mei 2026 - 19:33 WIB

Ketika Blackout Memaksa Genset Menyala, Dua Nyawa Melayang di Batu Bara

23 Mei 2026 - 21:39 WIB

Gerak Cepat Ambulans PP Batu Bara Jemput Jenazah Lansia Ke Kampung Halaman

22 Mei 2026 - 19:39 WIB

Trending di News