Menu

Mode Gelap
Review Resident Evil: Akhirnya, Adaptasi yang Setia pada Gamenya PLTA INALUM Borong 8 Penghargaan ENSIA 2026 untuk Inovasi Lingkungan dan Sosial Mahkamah Agung Batalkan Vonis di Tingkat Kasasi: Rido Panjaitan Bebas, Kasus Bimtek Guru Batu Bara 2024 Dinyatakan Bukan Korupsi Soroti Kasus Bimtek Guru Batu Bara 2024, Kajari Dinilai Abai Terhadap Putusan Bebas Rido Panjaitan Kanwil DJP Sumut I Jalin Kerja Sama Tax Center Dengan UINSU Medan. Di Bawah Kepemimpinan IPTU Devi Siringo-Ringo, Satlantas Polres Batu Bara Sabet Dua Penghargaan Bergengsi dari Polda Sumut di HUT Lalu Lintas ke-71

News

“Rahim Negeriku” Hidupkan Sawah Saentis, Teater yang Bukan Sekadar Tontonan

Avatarbadge-check


					“Rahim Negeriku” Hidupkan Sawah Saentis, Teater yang Bukan Sekadar Tontonan Perbesar

Desir.id — Deli Serdang | Area persawahan di Lorong Tempel, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, berubah menjadi ruang pertunjukan terbuka lewat pementasan Teater Sawah bertajuk Rahim Negeriku, Minggu (24/5/2026). Pertunjukan ini sukses menyita perhatian masyarakat karena menghadirkan isu krisis pangan, ketahanan sawah, dan budaya lokal dalam balutan seni pertunjukan yang kuat dan emosional.

Pementasan Rahim Negeriku menghadirkan pengalaman artistik berbeda. Hamparan sawah dijadikan panggung utama untuk menyampaikan pesan tentang kondisi pangan saat ini sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga lahan pertanian di tengah arus pembangunan dan perubahan zaman.

Karya ini disutradarai oleh Elwida Yuwitri dengan dukungan artistik dari Kariman Siregar sebagai koreografer. Pertunjukan memadukan unsur teater, gerak tubuh, musik, hingga simbol budaya lokal yang dikemas secara kontekstual dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Melalui konsep Teater Sawah, para penonton tidak hanya menikmati pertunjukan seni, tetapi juga diajak membaca ulang relasi manusia dengan tanah, pangan, dan tradisi. Nilai budaya wiwitan yang mulai jarang dikenal generasi muda turut diangkat sebagai bagian penting dari identitas masyarakat agraris.

Pertunjukan berlangsung di tengah area persawahan aktif. Situasi tersebut memperkuat suasana emosional sekaligus menghadirkan pengalaman visual yang berbeda dari pertunjukan teater pada umumnya. Penonton terlihat antusias mengikuti jalannya pertunjukan hingga selesai.

Selain menjadi ruang ekspresi seni, Rahim Negeriku juga menjadi bentuk kritik sosial terhadap kondisi pertanian dan ancaman berkurangnya lahan sawah produktif. Pesan tentang ketahanan pangan disampaikan secara halus melalui bahasa artistik yang mudah dipahami publik.

Pementasan ini sekaligus menunjukkan bahwa seni pertunjukan di Sumatera Utara terus berkembang dengan pendekatan kreatif dan relevan terhadap isu sosial masyarakat. Teater Sawah di Desa Saentis menjadi bukti bahwa ruang budaya dapat tumbuh dari lingkungan paling dekat dengan kehidupan warga. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Review Resident Evil: Akhirnya, Adaptasi yang Setia pada Gamenya

23 September 2026 - 15:10 WIB

PLTA INALUM Borong 8 Penghargaan ENSIA 2026 untuk Inovasi Lingkungan dan Sosial

23 September 2026 - 08:21 WIB

Mahkamah Agung Batalkan Vonis di Tingkat Kasasi: Rido Panjaitan Bebas, Kasus Bimtek Guru Batu Bara 2024 Dinyatakan Bukan Korupsi

23 September 2026 - 08:06 WIB

Soroti Kasus Bimtek Guru Batu Bara 2024, Kajari Dinilai Abai Terhadap Putusan Bebas Rido Panjaitan

23 September 2026 - 08:01 WIB

Kanwil DJP Sumut I Jalin Kerja Sama Tax Center Dengan UINSU Medan.

22 September 2026 - 22:29 WIB

Trending di News