Menu

Mode Gelap
Artha Wirawan Siap Bertarung di Bursa Ketua IMI Bali, Persaingan Mulai Memanas Polresta Deli Serdang Ringkus Dua Pengedar Narkoba di Pagar Merbau, Sejumlah Barang Bukti Diamankan Ruang Digital: Medan Tempur Baru Tanpa Gencatan Senjata yang Mengancam Keamanan Informasi Semangat Kejuangan Harus Ditularkan di 33 Kabupaten/Kota Sumut Pj Sekdaprovsu Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Karya, Prestasi, dan Semangat Persatuan di Semarak HUT RI Pansus Plasma DPRD Batubara Temui Kementan dan ATR/BPN,Perjuangkan 20 persen Hak Masyarakat

News

“Rahim Negeriku” Hidupkan Sawah Saentis, Teater yang Bukan Sekadar Tontonan

Avatarbadge-check


					“Rahim Negeriku” Hidupkan Sawah Saentis, Teater yang Bukan Sekadar Tontonan Perbesar

Desir.id — Deli Serdang | Area persawahan di Lorong Tempel, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, berubah menjadi ruang pertunjukan terbuka lewat pementasan Teater Sawah bertajuk Rahim Negeriku, Minggu (24/5/2026). Pertunjukan ini sukses menyita perhatian masyarakat karena menghadirkan isu krisis pangan, ketahanan sawah, dan budaya lokal dalam balutan seni pertunjukan yang kuat dan emosional.

Pementasan Rahim Negeriku menghadirkan pengalaman artistik berbeda. Hamparan sawah dijadikan panggung utama untuk menyampaikan pesan tentang kondisi pangan saat ini sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga lahan pertanian di tengah arus pembangunan dan perubahan zaman.

Karya ini disutradarai oleh Elwida Yuwitri dengan dukungan artistik dari Kariman Siregar sebagai koreografer. Pertunjukan memadukan unsur teater, gerak tubuh, musik, hingga simbol budaya lokal yang dikemas secara kontekstual dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Melalui konsep Teater Sawah, para penonton tidak hanya menikmati pertunjukan seni, tetapi juga diajak membaca ulang relasi manusia dengan tanah, pangan, dan tradisi. Nilai budaya wiwitan yang mulai jarang dikenal generasi muda turut diangkat sebagai bagian penting dari identitas masyarakat agraris.

Pertunjukan berlangsung di tengah area persawahan aktif. Situasi tersebut memperkuat suasana emosional sekaligus menghadirkan pengalaman visual yang berbeda dari pertunjukan teater pada umumnya. Penonton terlihat antusias mengikuti jalannya pertunjukan hingga selesai.

Selain menjadi ruang ekspresi seni, Rahim Negeriku juga menjadi bentuk kritik sosial terhadap kondisi pertanian dan ancaman berkurangnya lahan sawah produktif. Pesan tentang ketahanan pangan disampaikan secara halus melalui bahasa artistik yang mudah dipahami publik.

Pementasan ini sekaligus menunjukkan bahwa seni pertunjukan di Sumatera Utara terus berkembang dengan pendekatan kreatif dan relevan terhadap isu sosial masyarakat. Teater Sawah di Desa Saentis menjadi bukti bahwa ruang budaya dapat tumbuh dari lingkungan paling dekat dengan kehidupan warga. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Artha Wirawan Siap Bertarung di Bursa Ketua IMI Bali, Persaingan Mulai Memanas

6 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Polresta Deli Serdang Ringkus Dua Pengedar Narkoba di Pagar Merbau, Sejumlah Barang Bukti Diamankan

6 Agustus 2026 - 19:15 WIB

Ruang Digital: Medan Tempur Baru Tanpa Gencatan Senjata yang Mengancam Keamanan Informasi

6 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Semangat Kejuangan Harus Ditularkan di 33 Kabupaten/Kota Sumut

4 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Pj Sekdaprovsu Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Karya, Prestasi, dan Semangat Persatuan di Semarak HUT RI

4 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Trending di News