Menu

Mode Gelap
Empat Paket Sabu Disita, Sat Res Narkoba Polresta Deli Serdang Amankan Warga Pantai Labu Simpan 5 Paket Sabu, Pria Berinisial SL Diamankan Satresnarkoba Polresta Deli Serdang JPU Kejari Batu Bara Tuntut 12 Terdakwa Korupsi Proyek Jalan, Kerugian Negara Capai Rp6 Miliar Di Tengah Tekanan Fiskal, Syafrizal Manurung Serahkan Kajian Kebijakan kepada Pemkot Tanjungbalai SMSI Batu Bara Salurkan Bantuan Jagung dari Lapas Labuhan Ruku ke Pesantren Al Itqon INALUM Cetak Rekor Kinerja Tertinggi dalam 50 Tahun, Pendapatan dan Laba Bersih Melonjak pada 2025

News

Lampu Kota Menyala, Kisah Perempuan Bicara: Atma Loka 2026 Buka Panggung dengan Monolog

Avatarbadge-check


					Lampu Kota Menyala, Kisah Perempuan Bicara: Atma Loka 2026 Buka Panggung dengan Monolog Perbesar

Desir.id — Medan | Atma Loka 2026 resmi mengangkat tirai lewat pementasan monolog perdana bertajuk “Bias Lampu Kota”. Pertunjukan karya Medan Teater itu digelar Sabtu, (7/2/2026) di Gedung Utama Taman Budaya Medan dalam dua sesi, pukul 15.00 WIB dan 20.00 WIB.

Monolog Bias Lampu Kota menjadi rangkaian utama dalam Atma Loka 2026. Pementasan ini langsung menyentuh tema kehidupan perempuan di tengah hiruk-pikuk kota.

Aucintia Agnes R. Manik, pelaku teater muda asal Kota Siantar, membawakan monolog tersebut seorang diri di atas panggung. Ia memaknai kata “bias” sebagai pendar cahaya yang menyinari beragam sisi kehidupan perempuan kota.

Menurut Aucintia, pendar lampu kota menggambarkan perempuan dengan berbagai pilihan hidup. Ada yang mengekang, menolak, menerima, hingga berjuang dalam realitas masing-masing.

Monolog ini tidak menawarkan solusi atas persoalan yang diangkat. Namun, Aucintia berharap pementasan tersebut menjadi ruang refleksi bagi para perempuan yang menyaksikannya.

Selain monolog, Atma Loka 2026 juga menghadirkan penampilan musik perkusi dari Lana Percussion sebagai pembuka acara. Pameran seni lukis karya seniman lokal turut melengkapi rangkaian kegiatan dengan tema yang selaras.

Pimpinan Produksi Atma Loka 2026, Talitha Nabilah Ritonga, menegaskan bahwa Atma Loka hadir sebagai wadah komunitas seni pertunjukan di Kota Medan. Fokusnya terutama pada seni peran dan teater.

Talitha menjelaskan, pemilihan monolog sebagai pembuka bukan tanpa alasan. Ia ingin mengingatkan publik bahwa monolog merupakan bagian penting dari dunia teater.

Pada panggung perdananya, Atma Loka bekerja sama dengan Medan Teater. Kolaborasi ini terjalin setelah tim Atma Loka menyaksikan pementasan “Meja Makan Mikir-Mikir” pada 2025 dan tertarik pada kualitas akting Aucintia.

Melalui Atma Loka 2026, Talitha berharap seni pertunjukan di Kota Medan terus berkembang dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia juga ingin Atma Loka menjadi ruang inklusif yang dapat dinikmati berbagai kalangan dan generasi.

Atma Loka 2026 pun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pertunjukan berkualitas serta mendorong ekosistem seni pertunjukan yang sehat dan berkelanjutan di Kota Medan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Empat Paket Sabu Disita, Sat Res Narkoba Polresta Deli Serdang Amankan Warga Pantai Labu

26 Juni 2026 - 13:27 WIB

Simpan 5 Paket Sabu, Pria Berinisial SL Diamankan Satresnarkoba Polresta Deli Serdang

24 Juni 2026 - 18:27 WIB

JPU Kejari Batu Bara Tuntut 12 Terdakwa Korupsi Proyek Jalan, Kerugian Negara Capai Rp6 Miliar

24 Juni 2026 - 14:01 WIB

Di Tengah Tekanan Fiskal, Syafrizal Manurung Serahkan Kajian Kebijakan kepada Pemkot Tanjungbalai

23 Juni 2026 - 19:35 WIB

SMSI Batu Bara Salurkan Bantuan Jagung dari Lapas Labuhan Ruku ke Pesantren Al Itqon

23 Juni 2026 - 17:28 WIB

Trending di News