Menu

Mode Gelap
Pemkab Deli Serdang Dukung Pemeriksaan Pendahuluan BPK RI Desa Pagar Merbau III Jalani Evaluasi LBS Tingkat Sumut Rating BBB- S&P Global Tegaskan Peran Strategis INALUM dalam Hilirisasi Aluminium Nasional INALUM dan BAI Bersinergi Tangani Karhutla di Mempawah, Fokus Padamkan Api di Lahan Gambut INALUM Raih Peringkat idAA/Stable, Perkuat Fondasi Ekspansi Industri Aluminium Nasional Solidaritas Insan INALUM Jadi Aksi Nyata untuk Pemulihan Korban Gempa NTT

News

INALUM dan BAI Bersinergi Tangani Karhutla di Mempawah, Fokus Padamkan Api di Lahan Gambut

Avatarbadge-check


					INALUM dan BAI Bersinergi Tangani Karhutla di Mempawah, Fokus Padamkan Api di Lahan Gambut Perbesar

Desir.id — Batu Bara | PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperkuat dukungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Wilayah ini merupakan area operasional PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), anak usaha INALUM dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM).

BAI mengoperasikan smelter grade alumina refinery (SGAR) beserta fasilitas pendukungnya. Karena itu, INALUM bersama BAI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengendalikan karhutla di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Sejak 24 Agustus 2026, INALUM dan BAI bersama pemerintah daerah, BNPB/BPBD, TNI, Polri, unsur pemadam kebakaran, relawan, serta masyarakat setempat telah melakukan pengendalian dan pemadaman di sejumlah titik api.

Upaya tersebut terus diperkuat karena sebagian kebakaran terjadi di lahan gambut. Karakteristik lahan ini memungkinkan api merambat dan bertahan di bawah permukaan, meskipun kobaran api di atas tanah telah padam.

Direktur Utama PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) Maroef Sjamsoeddin mengoordinasikan langsung pengerahan 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat dari Grup MIND ID.

Personel tersebut merupakan gabungan dari INALUM, ANTAM, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT Vale Indonesia Tbk.

Maroef mengatakan, penanganan bencana membutuhkan kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, Grup MIND ID hadir untuk membantu masyarakat sekaligus memperkuat pengendalian karhutla yang berdampak pada lingkungan dan aktivitas sosial.

“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kehadiran relawan Grup MIND ID ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan terhadap aktivitas yang dihadapi masyarakat,” ujar Maroef melalui humas INALUM Pada Rabu, (16/9/2026)

Selain mengerahkan personel, tim juga memperkuat penanganan karhutla melalui penyediaan perlengkapan pemadaman, peralatan keselamatan, dan dukungan medis.

Dukungan tersebut mencakup fasilitas kesehatan darurat dan alat pelindung diri (APD) bagi relawan serta masyarakat terdampak. Selain itu, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau PELINDO turut menambahkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk mendukung operasi di lapangan.

Langkah ini bertujuan memastikan kebutuhan kesehatan dan keselamatan relawan maupun masyarakat tetap terpenuhi selama proses penanganan karhutla berlangsung.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Menurutnya, INALUM juga berupaya memberikan rasa aman bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Bagi INALUM, keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat di sekitarnya. Karena itu, ketika terdapat situasi darurat seperti karhutla, kami berupaya bergerak bersama seluruh pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan untuk membantu penanganannya,” ujar Melati.

Ia menambahkan, kolaborasi menjadi kunci agar respons di lapangan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif. Selain pemadaman, tim juga berupaya mencegah penyebaran api dan mengurangi potensi dampak karhutla yang lebih luas.

Sementara itu, Direktur Utama BAI Darwin Saleh Siregar menjelaskan bahwa penanganan karhutla di Mempawah menghadapi tantangan karena sebagian titik kebakaran berada di lahan gambut.

“Api pada lahan gambut dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan meskipun kobaran di atas tanah telah padam. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih panjang, ketersediaan sumber air yang memadai, serta penyisiran dan pendinginan berulang untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul,” ujar Darwin.

Karena itu, tim di lapangan perlu melakukan pemantauan, penyisiran, dan pendinginan secara berkelanjutan. Langkah tersebut penting untuk memastikan titik api tidak kembali menyala.

Melalui sinergi dengan Grup MIND ID, pemerintah, aparat, dan masyarakat setempat, INALUM berkomitmen terus mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Selain menangani karhutla yang terjadi, perusahaan juga mendorong peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan bersama untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan pada masa mendatang.

Sebagai bagian dari Grup MIND ID, INALUM menegaskan bahwa semangat kebersamaan tidak hanya diwujudkan melalui pencapaian dan pertumbuhan bisnis. Semangat tersebut juga diwujudkan melalui dukungan nyata ketika masyarakat menghadapi tantangan dan kondisi darurat. (AK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Deli Serdang Dukung Pemeriksaan Pendahuluan BPK RI

21 September 2026 - 21:12 WIB

Desa Pagar Merbau III Jalani Evaluasi LBS Tingkat Sumut

21 September 2026 - 17:37 WIB

Rating BBB- S&P Global Tegaskan Peran Strategis INALUM dalam Hilirisasi Aluminium Nasional

21 September 2026 - 10:49 WIB

INALUM Raih Peringkat idAA/Stable, Perkuat Fondasi Ekspansi Industri Aluminium Nasional

21 September 2026 - 10:37 WIB

Solidaritas Insan INALUM Jadi Aksi Nyata untuk Pemulihan Korban Gempa NTT

21 September 2026 - 10:33 WIB

Trending di News