Menu

Mode Gelap
Dari Pontianak ke Mempawah: Komisi VI DPR RI “Turun Gunung” Kawal Hilirisasi Aluminium Langkah Cepat Kompol Ferry Kusnadi, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Gagalkan Peredaran 21 Kilogram Sabu 6,3 Kg Sabu “Numpang Lewat” Lubuk Pakam, Kurir Antarprovinsi Disetop Satnarkoba Deli Serdang Sabu 2,45 Gram di Mangkai Baru: Masih Sore Sudah “Panen”, Satresnarkoba Batu Bara Gerak Cepat Menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat Selama Bulan Suci Ramadan, Polres Langkat Gelar Patroli Asmara Subuh Buka Puasa Dengan Ratusan Guru PAI, Amril Tegaskan Komitmen Wujudkan Langkat Religius

News

Dari Pontianak ke Mempawah: Komisi VI DPR RI “Turun Gunung” Kawal Hilirisasi Aluminium

badge-check


					Screenshot Perbesar

Screenshot

Desir.id — Batu Bara | Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Provinsi Kalimantan Barat untuk mengawal agenda hilirisasi aluminium nasional. Fokus utama kunjungan ini adalah proyek Smelter Aluminium Mempawah dan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II.

Kunjungan tersebut digelar di Kota Pontianak, Pada Minggu (22/2/2026). Agenda ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan Komisi VI DPR RI terhadap proyek strategis nasional sektor pertambangan dan industri mineral.

Dalam pertemuan itu, INALUM memaparkan progres groundbreaking pembangunan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit–Alumina–Aluminium di Mempawah. Proyek ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir industri aluminium nasional.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menyampaikan optimisme terhadap integrasi pasokan bauksit, pemurnian alumina, hingga pengolahan aluminium. Menurutnya, integrasi tersebut akan menjadi motor penggerak ekonomi dan memperkuat masa depan industri aluminium nasional.

Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo, menegaskan komitmen pengawasan terhadap proyek hilirisasi aluminium di Kalimantan Barat. Ia menyebut pengawasan dilakukan agar proyek berjalan sesuai target, tepat waktu, dan memberi dampak nyata bagi perekonomian daerah serta nasional.

Komisi VI DPR RI juga mengidentifikasi berbagai kendala teknis, regulasi, hingga tantangan global yang memengaruhi proyek hilirisasi aluminium. Dialog konstruktif antara DPR dan BUMN diharapkan melahirkan langkah taktis untuk memperkuat daya saing industri nasional.

Dengan pengawasan yang ketat dan koordinasi lintas sektor, proyek Smelter Aluminium Mempawah dan SGAR Fase II ditargetkan menjadi fondasi kemandirian industri mineral Indonesia. Komisi VI DPR RI menegaskan akan terus menjalankan fungsi pengawasan sesuai mandat konstitusi guna memastikan proyek hilirisasi berjalan transparan dan akuntabel. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

6,3 Kg Sabu “Numpang Lewat” Lubuk Pakam, Kurir Antarprovinsi Disetop Satnarkoba Deli Serdang

21 Februari 2026 - 19:30 WIB

Sabu 2,45 Gram di Mangkai Baru: Masih Sore Sudah “Panen”, Satresnarkoba Batu Bara Gerak Cepat

21 Februari 2026 - 19:21 WIB

Menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat Selama Bulan Suci Ramadan, Polres Langkat Gelar Patroli Asmara Subuh

21 Februari 2026 - 16:23 WIB

Buka Puasa Dengan Ratusan Guru PAI, Amril Tegaskan Komitmen Wujudkan Langkat Religius

21 Februari 2026 - 12:54 WIB

Tak Tunggu Lama, INALUM Mulai Rekonstruksi Sekolah Korban Banjir dan Longsor

20 Februari 2026 - 21:44 WIB

Trending di News