Menu

Mode Gelap
Artha Wirawan Siap Bertarung di Bursa Ketua IMI Bali, Persaingan Mulai Memanas Polresta Deli Serdang Ringkus Dua Pengedar Narkoba di Pagar Merbau, Sejumlah Barang Bukti Diamankan Ruang Digital: Medan Tempur Baru Tanpa Gencatan Senjata yang Mengancam Keamanan Informasi Semangat Kejuangan Harus Ditularkan di 33 Kabupaten/Kota Sumut Pj Sekdaprovsu Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Karya, Prestasi, dan Semangat Persatuan di Semarak HUT RI Pansus Plasma DPRD Batubara Temui Kementan dan ATR/BPN,Perjuangkan 20 persen Hak Masyarakat

News

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri.

Avatarbadge-check


					Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri. Perbesar

Desir.id — Jakarta | Dugaan miring kerap menerpa jejak digitalnya. Namun, di bawah karpet koalisi, ia memegang semua kunci orkestrasi politik nasional.

Pintu gerbang rumah besar itu selalu riuh, tetapi segalanya tunduk pada satu ketukan dirigen. Ketika obrolan di kedai kopi mulai beralih pada desas-desus “geliat bayang-bayang sang mantan”, sebuah pertanyaan besar menyergap meja diskusi: “Mengapa harus Don Dasco menjadi Mendagri?”. 

Seorang kawan lama, dengan dahi berkerut, buru-buru menyodorkan telepon genggamnya, meminta rekam jejak digital sang tokoh diperiksa ulang.

Tuduhan yang beredar di jagat maya memang riuh, mirip riak opini tanpa hulu. Di panggung politik, tudingan yang sumir acap kali menguap bagai embun pagi—seperti riuh rendah tuduhan Amien Rais kepada Tedy yang lelap ditelan waktu. 

Namun, dalam hukum politik rimba Jakarta, desas-desus bukan sekadar isapan jempol. Rumor adalah bahasa sandi dari pergeseran lempeng kekuasaan.

Di balik dinding kokoh Partai Gerindra, pria bernama lengkap Sufmi Dasco Ahmad ini bukan sekadar Ketua Harian. 

Di kalangan internal, ia adalah “Don” yang kerap di indikasikan tokoh yang mengendalikan mesin politik. Dan dikalangan aktivis Pers dan Intelejen Don juga dikenal dengan julukan Ketua Umum DPR. 

Dari analisis sumber lingkaran dalam membisikkan satu skenario ekstrem: jika badai politik berembus dan Presiden Prabowo Subianto mangkat, Dasco adalah sosok paling logis yang bakal berdiri di palang pintu kekuasaan untuk mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Artinya, untuk Wapres saja Don Dasco pantas, apalagi hanya Mendagri. Seandainya usia Prabowo melampaui pemilu 2029, Don Dasco pula yang mampu mengorkestrasi kemenangan Prabowo Gibran Jilid dua.

Sebagai parameter, kekuatan tersembunyi Don ini tidak tumbuh dari ruang hampa. Gurita pengaruhnya menancap dalam di berbagai sektor sektor krusial:

Pertama, dari aspek hukum; Sebagai mantan Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dan alumnus Komisi III, ia karib dengan para petinggi aparat penegak hukum.

Kedua, struktur partai; Sebagai ketua harian, jaringan instruksinya tegak lurus dari DPP hingga pengurus ranting di daerah.

Ketiga, Jaringan aktivis; Don piawai merangkul jaringan aktivis lintas generasi dan gerakan buruh untuk meredam riak demonstrasi di jalanan.

Keempat, sektor korporasi; dalam korporasi, pengaruhnya menyusup halus dalam penataan pos strategis di berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kelima, Wakil Ketua DPR; Posisinya di kursi pimpinan DPR, ia dengan mudah mengamankan serta memuluskan seluruh kebijakan strategis istana.

Keenam, media massa; Hubungan persuasif Don dengan para pemred, selain itu Don juga secara struktural menempatkan Dewas LPP dan komisaris BUMN di organisasi wartawan, memastikan narasi politiknya kerap mendapat panggung yang teduh di mata pers.

Ketujuh, Bisnis; Dengan latar belakangnya sebagai mantan direktur berbagai perusahaan keamanan dan firma hukum memberinya pasokan logistik yang kokoh untuk menggerakkan roda taktis koalisi.

Kedelapan, kaderisasi; Dengan berbagai sumberdaya, Don mampu mengorkestrasi kader muda dilingkar Hambalang yang disiapkan Presiden untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.  Kelompok muda yang poluler dengan Sebutan Satria Jedi yang kemudian bermetamorfosis  dengan Boys Hambalang ini, merupakan jangkar utama Don didalam mengorkestrasi agenda Presiden untuk berhubungan dengan berbagai kelompok.

Kesembilan, tidak pernah menjadi tersangka; Hingga saat ini, dugaan miring dalam jejak digitalnya Don Dasco belum pernah terbukti secara hukum. Tanpa ketukan palu hakim, “Don Kancil” dari Senayan ini tetap melenggang bebas, mengantongi semua kunci orkestrasi republik di sakunya.

(Penulis adalah Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia – SMSI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Artha Wirawan Siap Bertarung di Bursa Ketua IMI Bali, Persaingan Mulai Memanas

6 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Polresta Deli Serdang Ringkus Dua Pengedar Narkoba di Pagar Merbau, Sejumlah Barang Bukti Diamankan

6 Agustus 2026 - 19:15 WIB

Ruang Digital: Medan Tempur Baru Tanpa Gencatan Senjata yang Mengancam Keamanan Informasi

6 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Semangat Kejuangan Harus Ditularkan di 33 Kabupaten/Kota Sumut

4 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Pj Sekdaprovsu Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Karya, Prestasi, dan Semangat Persatuan di Semarak HUT RI

4 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Trending di News