Menu

Mode Gelap
Memahami Profil Risiko Agar Strategi Investasi Optimal Enam Proyek Sekaligus, Danantara Gaspol Hilirisasi US$ 7 Miliar Enam Proyek Sekaligus, Danantara Gaspol Hilirisasi US$ 7 Miliar Iklan Lari ke Medsos, PHK Awak Media Merebak: Dewan Pers Ingatkan Peran Pers Tetap Vital AI Lagi Ngebut, Menkomdigi Ingatkan Ini Di HPN 2026. Apa Saja? SMSI Rayakan Legacy Media Digital, Monumen Siber di Cilegon Jadi Titik Nolnya

Daerah

INALUM Perkuat Komitmen Hijau dengan Integrasi Rantai Pasok dan Teknologi Ramah Lingkungan

badge-check


					INALUM Perkuat Komitmen Hijau dengan Integrasi Rantai Pasok dan Teknologi Ramah Lingkungan Perbesar

Desir.id  – Batubara | PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) terus memperkuat langkah menuju dekarbonisasi dengan strategi inovatif yang menekan emisi karbon secara signifikan. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi rantai pasok terintegrasi serta penerapan teknologi ramah lingkungan di lini produksi.

Direktur Operasional INALUM, Ivan Ermisyam, melalui Humas INALUM menyampaikan bahwa perusahaan berhasil mengefisiensikan jalur distribusi bahan baku. Sebelumnya, pengiriman bahan baku dari Australia menuju Kuala Tanjung memakan waktu hingga tujuh hari perjalanan kapal. Kini, dengan memanfaatkan pasokan dari Kalimantan, perjalanan hanya membutuhkan sekitar 2,5 hari.

“Dengan pemangkasan waktu distribusi, emisi karbon dari kapal pengangkut otomatis semakin berkurang. Ini adalah langkah nyata INALUM dalam menekan jejak karbon sekaligus mempercepat proses produksi,” ujar Ivan melalui Humas, Minggu (21/9/2025)

Selain itu, INALUM juga melakukan inovasi di pabrik anoda. Jika sebelumnya pemanas pabrik masih bergantung pada minyak solar, kini telah beralih menggunakan Liquefied Natural Gas (LNG) yang lebih ramah lingkungan.

Kapasitas produksi yang semula hanya 225.000 ton per tahun kini meningkat menjadi 275.000 ton per tahun. Peningkatan ini tidak terlepas dari pembaruan teknologi yang membuat operasional semakin efisien. Dalam area yang sama, penggunaan listrik berhasil ditekan dari 14.500 kWh menjadi hanya 13.500 kWh.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa INALUM tidak hanya fokus pada produktivitas aluminium, tetapi juga pada keberlanjutan energi dan lingkungan. Dengan strategi ini, perusahaan semakin memperkuat komitmen dalam mendukung program dekarbonisasi nasional sekaligus menjaga daya saing industri aluminium Indonesia di pasar global.

INALUM berencana terus memperluas inovasi berbasis energi bersih dan teknologi rendah emisi agar dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan ekonomi nasional. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskusi SMSI Batu Bara Bersama Kejari: Dari Penguatan Hukum hingga Peningkatan SDM Daerah

14 Januari 2026 - 15:55 WIB

Bupati Batu Bara Terima Anugerah Sahabat Pers Indonesia dari SMSI

8 Januari 2026 - 11:54 WIB

SMSI Kecam Aksi Kekerasan di SPBU: Wartawan Tidak Boleh Diintimidasi

5 Desember 2025 - 15:16 WIB

Soal Dugaan Tangkap Lepas Bento dan Kinerja Polres Batu Bara, Formasib Angkat Bicara

4 Desember 2025 - 15:44 WIB

Bank Sumut Salurkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Batu Bara

1 Desember 2025 - 07:26 WIB

Trending di Daerah