Menu ✖

Otomatis
Breaking News

News

Teater Sawah 2026 Mulai Intens Berlatih, Alam Ikut Jadi Pemeran

Avatarbadge-check

Teater Sawah 2026 Mulai Intens Berlatih, Alam Ikut Jadi Pemeran Perbesar

Desir.id — Medan | Proses latihan Teater Sawah 2026 mulai berlangsung intens bersama seluruh tim artistik dan para pemain. Latihan dilakukan secara kolektif dengan memanfaatkan ruang terbuka serta pendekatan eksploratif yang menyatu dengan alam dan budaya masyarakat agraris.

Dalam proses latihan ini, para pemain tidak hanya menghafal adegan. Mereka juga mendalami ritme tubuh, bunyi-bunyian alam, hingga membangun hubungan emosional dengan ruang pertunjukan yang akan digunakan.

Sawah dalam pertunjukan ini diperlakukan bukan sekadar latar, tetapi menjadi bagian penting dari dramaturgi. Lumpur, air, angin, hingga suara serangga dijadikan elemen artistik yang hidup untuk membangun suasana pertunjukan.

Teater Sawah 2026 juga mengangkat nilai-nilai tradisi dan kebudayaan lokal yang berkembang di tengah masyarakat. Unsur Melayu, Jawa, dan Batak dipadukan melalui gerak, vokal, musik, serta simbol-simbol ritual pertanian yang lahir dari pengalaman kolektif masyarakat.

Pendekatan tersebut menjadi upaya membaca kembali hubungan manusia dengan tanah, kerja, dan lingkungan di tengah perubahan zaman. Melalui eksplorasi tubuh dan ruang, para pemain diajak memahami bahwa pertunjukan teater bukan hanya soal tampil di atas panggung, tetapi menghadirkan pengalaman bersama yang lahir dari kerja kolektif.

Pimpinan produksi, Elwida Yuwitri, menyebut proses latihan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kolaborasi sekaligus memperluas pembacaan artistik terhadap budaya agraris yang mulai jarang disentuh dalam seni pertunjukan kontemporer.

Menurutnya, Teater Sawah diharapkan menjadi ruang pertemuan antara tradisi, masyarakat, dan generasi muda melalui medium seni pertunjukan.

Pementasan Teater Sawah 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, (24/5/26). Pertunjukan ini akan menghadirkan pengalaman teater yang menyatu dengan lanskap alam dan kehidupan masyarakat sekitar, sekaligus menjadi ruang refleksi budaya dan lingkungan melalui pendekatan seni kontemporer. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jaga Tradisi dan Tarik Wisatawan, Lom Lom Dorong Kerja Tahun Lubuk Pakam Jadi Agenda Budaya Unggulan

8 Nov 2026 - 12:40 WIB

Jaga Tradisi dan Tarik Wisatawan, Lom Lom Dorong Kerja Tahun Lubuk Pakam Jadi Agenda Budaya Unggulan

Fokus di Tangkapan Kiloan, Kali Ini Polresta Deli Serdang Gagalkan Peredaran 14,4 Kilo Ganja

7 Nov 2026 - 10:07 WIB

Fokus di Tangkapan Kiloan, Kali Ini Polresta Deli Serdang Gagalkan Peredaran 14,4 Kilo Ganja

Hindari Proyek Asal Jadi, Masyarakat Diminta Proaktif Awasi Perbaikan Jalan Desa Mangkai Baru

7 Nov 2026 - 09:31 WIB

Hindari Proyek Asal Jadi, Masyarakat Diminta Proaktif Awasi Perbaikan Jalan Desa Mangkai Baru

Penantian Panjang Berakhir, Perbaikan Jalan Utama Desa Mangke Baru Mulai Dikerjakan

6 Nov 2026 - 09:28 WIB

Penantian Panjang Berakhir, Perbaikan Jalan Utama Desa Mangke Baru Mulai Dikerjakan

Mantan Ketua PWI Aceh Laporkan Nasir Nurdin Ke Dewan Kehormatan

5 Nov 2026 - 17:20 WIB

Mantan Ketua PWI Aceh Laporkan Nasir Nurdin Ke Dewan Kehormatan
Trending di News